Breaking News:

Bapak Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil, Paksa Korban Gugurkan Janin Berusia 6 Bulan

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula ketika warga sekitar mencurigai gundukan tanah

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar (tengah), saat memimpin ungkap kasus pencabulan di Polres Metro Depok, Selasa (16/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Bejat nian tindakan seorang bapak berinisial IR (51) di kawasan Tajur Halang, Kabupaten Bogor.

Ia nekat menyetubuhi anak kandungnya sendiri berinisial EE (16) hingga hamil.

Tak cukup sampai disitu, IR juga memaksa anaknya untuk menggugurkan janin yang ada di dalam kandungannya, yang baru berusia enam bulan, menggunakan obat penggugur kandungan dan jamu dalam bentuk pil.

Setelah digugurkan, janin tersebut pun ia kuburkan di halaman belakang rumah kontrakannya, dengan kedalaman kurang lebih satu meter.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula ketika warga sekitar mencurigai gundukan tanah yang ada di halaman belakang rumah.

Baca juga: Geliat Prostitusi dari Bilik Cinta 4x4 Meter di Depok, Cerita Leida Gadis 18 Tahun

Baca juga: Polda Metro Jaya Tangkap 1 Lagi Pelaku Kasus Mafia Tanah yang Rugikan Ibu Dino Patti Djalal

Baca juga: Polisi Tegaskan Belum Menahan Fredy Kusnadi Terkait Kasus Dugaan Mafia Tanah

“Kasus ini bermula kecurigaan masyarakat menemukan ada seperti makam di belakang rumah kontrakan, kemudian melapor ke Polsek Bojonggede. Polsek menggali ternyata itu ada jasad bayi,” ujar Imran saat memimpin ungkap kasus tersebut didampingi Kapolsek Bojonggede, Kompol Supriyadi, di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Selasa (16/2/2021).

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku telah menyetubuhi anaknya setahun belakangan ini.

“Dimulai tahun 2020, saat itu anaknya berusia 15 tahun setelah hamil kemudian dipaksa digugurkan dengan salah satu obat dengan jamu berbentuk pil,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, Imran mengatakan bahwa pelaku dijerat Pasal  81 Ayat 3,Undang-Undang Nomor  35 tahun 2014, tentang persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

“Pasal  81 Ayat 3,Undang-Undang Nomor  35 tahun 2014, tentang persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Ancaman penjara 20 tahun,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved