Breaking News:

Pencairan BLT Subsidi Bagi Karyawan Swasta Bergaji Dibawah Rp 5 Juta Sudah Hampir Rampung

Pada tahun 2020 lalu, karyawan swasta peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji di bawah Rp 5 juta mendapat BLT subsidi gaji melalui program BSU.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Menaker, Ida Fauziyah di Pusdiklat SDM Ketenagakerjaan, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (17/2/2021). Pencairan BLT Subsidi Bagi Karyawan Swasta Bergaji Dibawah Rp 5 Juta Sudah Hampir Rampung 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebutkan proses penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) subsidi gaji bagi pekerja/buruh di tahun 2020 sudah mencapai 98,92 %.

Pada tahun 2020 lalu, karyawan swasta peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bergaji di bawah Rp 5 juta mendapat BLT subsidi gaji melalui program BSU.

Hal ini dilakukan guna membantu perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19.

Meski tahun ini pemerintah tidak lagi menganggarkan BLT subsidi gaji melalui BSU bagi karyawan swasta peserta BPJS Ketenagakerjaan dan dialokasin ke Kartu Prakerja, nyatanya pencairan dana di tahun lalu belum lah rampung.

Hingga saat ini baru 98,92 % karyawan swasta yang menerima BLT subsidi gaji.

Baca juga: Tiga Kali Dicecar Pertanyaan Ini, Jawaban Pengemis yang Cabuli Bocah di Koja Bikin Geleng Kepala

"Realisasi kita sudah 98,92 %. Jadi sudah hampir 100%. Ada sedikit yang kemarin karena kita tutup buku, harus dikembalikan kepada kas negara. Jika memang sudah memenuhi syarat kami akan ajukan kembali ke Kementerian Keuangan untuk bisa diproses berikutnya," kata Ida di Jakarta Timur, Rabu (17/2/2021).

Meski demikian, Ida memastikan sisa penerima dana BSU/BLT subsidi gaji ini akan kembali diajukan oleh Kemenaker.

"Terkait BSU/BLT subsidi gaji 2021 memang tidak dialokasikan di anggaran APBN 2021. Tapi program-program yang lain yang seperti BSU misal kartu prakerja yang di dalamnya ada insentif dengan nilainya sama, yakni Rp 600 ribu selama 4 bulan itu tetap ada dan alokasinya masih cukup besar Rp 20 triliun," jelasnya.

"Sementara yang tersisa sepanjang memenuhi syarat maka akan kami mintakan kembali ke Kemenkeu," Ida menambahkan.

Baca juga: Prestasinya Mentereng, Sosok Kapolsek Astana Anyar Malah Terancam Dipecat Tersandung Kasus Sabu

Baca juga: Jennifer Jill Dikabarkan Ditangkap, Istri Ajun Perwira Sempat Unggah Momen Romantis Hari Valentine

Baca juga: Tersesat di Hutan Gunung Putri, Kejadian Horor Sang Sopir Gelap Gulita Dengar Suara Minta Ampun

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved