Info Kesehatan

Kekurangan Zat Besi Bisa Berdampak pada Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Patut Tahu Ini!

Isu kesehatan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan tentunya mempengaruhi kualitas Generasi Emas Indonesia.

Editor: Kurniawati Hasjanah
dok. Danone
Ilustrasi anak lemas kekurangan zat besi 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Indonesia memiliki mimpi untuk menjadi negara maju pada perayaan 100 tahunnya di 2045.

Hal ini tentu bergantung pada kualitas anak-anak Indonesia yang saat ini masih balita.

Sayangnya, satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia.

Sekitar 50-60% kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Isu kesehatan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan tentunya mempengaruhi kualitas Generasi Emas Indonesia.

President of Indonesian Nutrition Association (INA), sekaligus Dokter Spesialis Gizi Klinis, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, menjelaskan, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak kurang konsentrasi dan fokus, serta sulit bersosialisasi.

“Hal ini dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu. Selain itu memberikan makanan yang mengandung vitamin C juga penting untuk mendukung penyerapan zat besi," jelas Dr. Luciana dalam konferensi pers virtual pada Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Manga One Piece Chapter 1005, Wujud Hybrid Kaido Buat Para Supernova Terdesak

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi anak,  PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) memperkenalkan produk SGM Eksplor Pro-gress Maxx diperkaya oleh IronC.

yang memiliki misi untuk memberikan akses kemajuan bagi seluruh anak Indonesia berkomitmen untuk turut mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak agar cita-cita masa depan mereka dapat tercapai tanpa terkecuali.

FOLLOW JUGA:

“Kami ingin membantu orang tua memenuhi kebutuhan zat besi serta nutrisi penting lainnya untuk anak dan menghindarkan mereka dari dampak jangka panjang kekurangan zat besi,” ujar Astrid pada acara peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx," papar Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor.

Selain berdampak pada pertumbuhan fisik anak, kekurangan zat besi turut mempengaruhi lima aspek tumbuh kembang anak, yakni kognitif, fisik, emosi, sosial dan bahasa.

Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. turut menjelaskan bagaimana kelima aspek tumbuh kembang ini akan mempengaruhi 5 potensi prestasi anak yang dibutuhkan untuk menjadi Generasi Maju.

Baca juga: Hidup Teddy Terancam Jika 14 Hari Tak Penuhi Permintaan, Rizky Febian Mohon Tak Diganggu Lagi

"Pada kondisi seperti sekarang, orang tua dan anak harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru dan tidak menentu, sehingga anak dituntut untuk dapat berpikir cepat, tangguh, percaya diri, tumbuh tinggi, dan aktif bersosialisasi untuk dapat menjadi anak Generasi Maju,” ujar Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. 

Selain nutrisi, edukasi dan stimulasi untuk anak tidak kalah penting untuk mendukung anak menjadi Generasi Maju.

Hal ini yang mendorong SGM Eksplor untuk memberikan tidak hanya akses nutrisi, namun juga akses edukasi untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved