Breaking News:

Kabar Artis

Polisi Secepatnya Lengkapi Berkas Perkara Video Syur Gisel yang Dikembalikan Jaksa

Penyidik Polda Metro Jaya masih melengkapi berkas perkara kasus video syur dengan tersangka Gisella Anastasia dan Nobu

INSTAGRAM @GISEL_LA / TRIBUNNEWS HERUDIN
Ilustrasi. Polda Metro Jaya segera melengkapi berkas perkara kasus video syur dengan tersangka Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu de Fretes. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Penyidik Polda Metro Jaya masih melengkapi berkas perkara kasus video syur dengan tersangka Gisella Anastasia alias Gisel dan Michael Yukinobu de Fretes.

Berkas perkara itu sebelumnya sudah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 4 Februari 2021 lalu.

Namun, Kejaksaan mengembalikan berkas tersebut ke penyidik Polda Metro Jaya karena dinilai belum lengkap.

"Ada beberapa yang harus dilengkapi penyidik. Apa pun yang diminta JPU (Jaksa Penuntut Umum) masih dilengkapi semuanya. Mudah-mudahan secepatnya kita kembalikan lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (19/2/2021).

Yusri menjelaskan, proses untuk melengkapi berkas perkara kasus video syur masih berjalan sampai saat ini.

"Kalau sudah lengkap kita kirimkan lagi ke JPU," ujar dia.

Sebelumnya pihak Kejati DKI Jakarta telah memeriksa dan mempelajari berkas perkara kasus video syur Gisel dan Nobu.

Hasilnya, berkas perkara dinilai belum memenuhi syarat formal dan materiil.

"Belum memenuhi syarat formal suatu berkas perkara dan syarat materil," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DKI Ashari Syam.

Baca juga: Bukan Polwan Pertama Terjerat Narkoba, Begini Kemungkinan Eks Kapolsek Astana Anyar Dihukum Mati

Baca juga: BPBD Keluarkan Peringatan Dini Waspada Banjir, Air di Cipinang dan Sunter Alami Kenaikan

Baca juga: Hasil Liga Europa: Gol Bukayo Saka Selamatkan Arsenal Saat Melawan Benfica

Syarat materiil yang dimaksud, jelas Ashari, yaitu beberapa fakta yang belum memenuhi unsur-unsur pasal pidana ITE dan pornografi yang diterapkan penyidik.

"Sehingga diperlukan beberapa keterangan tambahan baik dari saksi maupun ahli," ucap dia

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved