Bocah yang Hanyut di Kali Bintaro Ditemukan Tewas, Kakek Rela Tidak Tidur Menanti Kabar Sang Cucu

Bocah yang hanyut di Kali Bintaro dekat Perumahan Riverpark, Pondok Aren, Tangerang Selatan, akhirnya ditemukan setelah 24 jam.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
Dok Basarnas Jakarta
Penemuan jasad bocah hanyut di Kali Kawasan Perumahan Japos, Ciledug, Kota Tangerang, Senin (22/2/2021). Bocah yang hanyut di Kali Bintaro dekat Perumahan Riverpark, Pondok Aren, Tangerang Selatan, akhirnya ditemukan setelah 24 jam. 

Leher sampai kepalanya dibalut buff untuk menghalau dingin.

Pria tujuh cucu itu belum tidur sejak semalam.

Dari Minggu (21/2/2021) petang, Zainudin menunggu kabar pencarian cucu kesayangannya, Farhan (9).

Farhan hanyut ditelan derasnya Kali Bintaro saat hendak bermain bersama lima temannya yang lain. 

"Saya belum tidur semalam," kata Zainudin.

Baginya, Farhan berbeda dengan anak dan cucunya yang lain.

Zainudin yang seorang guru silat Cimande, melihat Farhan sebagai penerusnya. 

Selaian paling lincah dalam mengolah gerak, bocah SD itu juga rajin berlatih.

Kepada TribunJakarta.com, Zainudin menceritakan kenangan terakhirnya bersama sang cucu.

Saat itu malam Minggu (20/2/2021) Farhan berlatih silat Cimande.

Zainudin sudah memintanya agar berguru bela diri di perguruan silat lain, seperti beksi atau karate. 

"Saya suruh belajar sama orang lain itu dia tidak mau maunya sama saya, dia minta jurus saya ada jurus Cimande, jadi udah setahun lalu sampai kemarin saya ngajarin ke dia," tuturnya. 

Zainudin masih ingat betul permintaan terakhir Farhan. Bocah itu minta agar ilmu silat sang kakek diturunkan seluruhnya.

"Dia bicara sama saya jurusnya turunin buat dia semua jangan kasih ke orang sama jurus goloknya juga turunin," katanya.

Zainudin yang melihat cucunya masih kanak-kanak, memang belum mengajarkan jurus golok.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved