Guru Les di Cilincing Cabuli 4 Anak Didiknya, Korban Diberi Rp 50 Ribu Usai Layani Aksi Bejat Pelaku

Aksi guru les bernama Manaek Tua Parlindungan (40) yang mencabuli empat anak didiknya ternyata sudah berlangsung cukup lama.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (22/2/2021) soal ungkap kasus guru les yang mencabuli empat anak didiknya di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Aksi guru les bernama Manaek Tua Parlindungan (40) yang mencabuli empat anak didiknya ternyata sudah berlangsung cukup lama.

Saat ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara di bawah pimpinan AKP Andry Suharto, Manaek mengakui sudah mencabuli anak didiknya selama setahun lebih.

"Aksi pencabulan ini sudah berlangsung selama 1 tahun lebih," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi di kantornya, Senin (22/2/2021).

Selama setahun belakangan, Manaek sudah mencabuli empat anak didiknya yang masing-masing berinisial AP (9), AS (7), AA (6), dan MR (11).

Para korban dicabuli ketika mereka berkunjung ke kontrakan pelaku yang sudah dibuat senyaman mungkin.

"Jadi modusnya MTP ini adalah membuka perpustakaan umum dan dia undang anak-anak untuk bisa ke perpustakaan itu," kata Nasriadi.

"Yang menariknya adalah dia juga memasang Wi-fi di situ, sehingga anak-anak tertarik di situ, baik untuk belajar maupun untuk main game," sambungnya.

Guru les bejat ini kemudian memanfaatkan momen ketika empat korbannya datang sendiri-sendiri ke perpustakaan dalam kontrakan tersebut.

Manaek akan mengunci pintu kontrakan dan mencabuli setiap anak didiknya tanpa diketahui warga setempat.

"Dia melakukan pelecehan terhadap anak laki-laki itu ketika korbannya itu sendiri. Dipanggil sendiri, kemudian masuk ke ruangan itu dikunci dari dalam, kemudian dilakukan pelecehan seksual," ucap Nasriadi.

Usai memuaskan hasrat seksualnya kepada anak-anak di bawah umur tersebut, Manaek akan memberikan uang Rp 50.000 supaya korban-korbannya tertarik untuk kembali melayani nafsunya.

Aksi bejat ini sudah ia lakukan selama setahun belakangan.

Pencabulan ini terungkap setelah salah satu korban melapor kepada orangtuanya.

Baca juga: Kegarangan Pria yang Hantam Paving ke Mobil Mahasiswi Berubah Ketika Pelaku Kenakan Baju Oranye

Baca juga: Kampung Miliarder Tuban Kini Dijaga TNI-Polri 24 Jam, Ternyata Hal Ini Pemicunya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved