Jakarta Dikepung Banjir
Didepak dari Kadis SDA, Juaini Sempat Akui Sumur Resapan Andalan Anies Atasi Banjir Jauh dari Target
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendepak Kadis SDA Juaini Yusuf dari posisinya. Juaini sempat beberkan program sumur resapan.
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendepak Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta atau Kadis SDA Juaini Yusuf dari posisinya.
Sebelum didepak, Juaini sempat mengungkapkan program sumur resapan atau drainase vertikal yang menjadi andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menangani banjir di Jakarta
Juaini kini turun kelas setelah digeser Anies menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara menggantikan Ali Maulana Hakim yang diangkat sebagai Wali Kota Jakarta Utara.
Jabatan Juaini yang dilantik Anies sejak 8 Juli 2019 lalu penting dalam penanganan banjir di Ibu Kota.
Posisi Juani pun digantikan oleh Yusmada Faizal yang sebelumnya menjabat Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Padahal, Pemprov DKI Jakarta mengklaim berhasil mengatasi banjir yang menerjang ibu kota di awal tahun 2021 ini.
Bahkan, banjir yang terjadi tahun ini diklaim bisa surut hanya dalam kurun waktu enam jam. Lokasi terdampak banjir pun diklaim berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Juanini Beberkan Program Sumur Resapan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah mencanangkan pembuatan 1,8 juta sumur resapan untuk mengatasi banjir ibu kota.
Proyek pembuatan sumur resapan itu bakal dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun, mulai 2020 hingga 2022 mendatang.
Meski optimis mampu membuat jutaan sumur resapan, nyatanya realisasi dari proyek tersebut sangat rendah.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf menuturkan hingga saat ini baru 2.974 sumur resapan yang berhasil dibangun.
"Kalau SDA sendiri kemarin (2020) sudah sampai 2.974 sumur resapan," ucapnya saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).
Ini artinya, program pembuatan sumur resapan yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan masih jauh dari target.

Bahkan, progres pengerjaannya belum mencapai satu persen dari target di 2020 lalu.