Breaking News:

Nestapa Warga Desa Sumber Urip, Puluhan Tahun Dihantui Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Citarum

Tati mengisahkan sudah dua kali dirinya mengungsi akibat banjir besar yang menerjang Desa Sumber Urip, selama 45 tahun ia hidup.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Tati (baju hijau) saat ditemui TribunJakarta di Posko Pengungsi korban banjir Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (22/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PEBAYURAN – Dua hari sudah, Tati Hayati (45) serta seluruh anggota keluarganya tidur dengan alas yang bisa dibilang ‘seadanya’ di posko pengungsian korban Banjir Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Walaupun sempat bertahan di dalam rumahnya yang berada di Desa Sumber Urip, namun luapan air banjir air akibat jebolnya Tanggul Sungai Citarum terus mengalir hingga merendam rumahnya dengan ketinggian 1,5 meter.

Di Posko yang sejatinya adalah Masjid Al-Maghfiroh ini, ada ratusan warga yang bernasib sama dengan Tati.

Mereka, harap-harap cemas menunggu banjir surut agar bisa segera kembali ke rumah.

Bantuan pangan, obat-obatan, hingga pakaian, dan alas tidur menjadi hal krusial yang dibutuhkan oleh Tati dan pengungsi lainnya.

Kepada TribunJakarta.com, Tati mengisahkan sudah dua kali dirinya mengungsi akibat banjir besar yang menerjang Desa Sumber Urip, selama 45 tahun ia hidup.

“Pertama tahun 2017, terus tahun ini. Sudah dua kali ngalamin banjir besar kaya gini yang sampai harus mengungsi ya,” kata Tati di Posko Pengungsian, Senin (22/2/2021).

Tati mengatakan, banjir baginya sudah perkara rutin setiap tahun yang selalu datang.

Ketika musim hujan tiba, ia pun mengaku selalu dihantui perasaan khawatir akan jebolnya Tanggul Sungai Citarum seperti yang terjadi saat ini.

Halaman
12
Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved