Bandingkan Kerumunan Presiden Jokowi dengan Kerumunan Rizieq Shihab, Ferdinand Hutahaean: Itu Sama

Mantan Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean turut mengomentari video kerumunan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Editor: Suharno
ISTIMEWA/Twitter
Kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan kerumunan warga. 

Sebagian orang sibuk mengabadikan momen dengan kamera ponsel mereka.

Saat melempar sapa, Jokowi mengenakan masker warna hitam.

Beberapa kali ia menunjuk maskernya, seperti memberi isyarat agar warga mengenakan masker.

Dikutip dari Wartakotalive.com, momen tersebut persis dengan momen kerumunan massa saat Rizieq Shihab pulang dari Arab Saudi, baik di Bandara Soekarno-Hatta maupun di Megamendung dan Petamburan.

Yang mana ketika itu, ribuan pendukung Rizieq menyambutnya kepulangannya.

Video tersebut menuai banyak kritikan dari netizen.

Sebagian netizen beranggapan bahwa penegak hukum tidak akan bertindak serupa terhadap Jokowi.

"Geger!, Beredar Video Kerumunan Warga Saat Jokowi Lempar-Lemparkan Bingkisan, Netizen: Jika Karena Kerumunan HRS Bisa Dipenjara, Kenapa Dilakukan Juga oleh Kepala Negara? Dimana Keadilan?" tulis @ab****ras

"Jokowi Membagikan Souvenir Ditengah Kerumunan, ISTANA : Untuk Menghargai Antusiasme Masyarakat Boleh Gitu Melanggar Prokes Pak @mohmahfudmd. Kalau Boleh Bebaskan IB HRS Dong.." tulis @aL****ma

"Alasannya spontanitas, dan ada juga pelemparan paket kepada kerumunan massa oleh @jokowi
Di video tampak tak ada prokes, massa tak pakai masker, menunjukan pemda tak berlakukan prokes dan aturan PPKM seperti instruksi pemerintah pusat. Rakyat dihukum, rakyat diminta maklum." tulis @Ke****roDEM

"Bukan Soal isi Souvenirnya Tuan.. tapi Soal UU ProKesnya.. Apa Kerumunan yg Seperti ini tidak Melanggar UU ProKes?? Kalau memang tidak, Bukankah Harusnya HRS, & 6 tokoh FPI yg ditahan sudah berada dirumah berkumpul dg Keluarga?? #JanganDzolimi6Syuhada" tulis @wa****bregu

Ferdinand Hutahaean Merespon

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan kerumunan Presiden Jokowi karena antusiasnya masyarakat menyambut orang nomor satu di Indonesia.

"Itu adalah histeria spontan masyarakat di NTT yang ingin bertemu Pak Jokowi dan faktanya Pak Jokowi tidak pernah menyuruh masyarakat untuk berkumpul di jalan," ujarnya dalam video yang diunggah Ferdinand Hutahaean di akun Twitternya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved