Tak Mau Ikut-ikutan PSI Interpelasi Anies Soal Banjir, Gerindra: Angan-angan yang Sulit Terwujud 

Fraksi Gerindra DPRD DKI ogah ikut-ikutan PSI menggulirkan hak interpelasi kepada Gubernur Anies Baswedan terkait penanganan banjir.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra Syarif saat ditemui di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019). Fraksi Gerindra DPRD DKI ogah ikut-ikutan PSI menggulirkan hak interpelasi kepada Gubernur Anies Baswedan terkait penanganan banjir. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi Gerindra DPRD DKI ogah ikut-ikutan PSI menggulirkan hak interpelasi kepada Gubernur Anies Baswedan terkait penanganan banjir.

Bahkan, politisi Gerindra Syarif menyebut, upaya PSI menggulirkan hak interpelasi akan gagal terlaksana.

"Angan-angan yang mustahil terwujud," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/2/2021).

Pernyataan Sekretaris Komisi D DPRD DKI ini bukan tanpa alasan. Sebab, hak interpelasi baru bisa digulirkan jika mendapat minimal dukungan dari 15 anggota dewan.

Kemudian, hak interpelasi ini juha baru dapat direalisasikan jika disampaikan oleh lebih dari satu fraksi.

Aturan ini mengacu pada Peraturan DPRD DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib DPRD DKI.

Baca juga: IMI DKI Jakarta Gelar Jakarta Race Community 2021 di Sirkuit Sentul

Baca juga: PSI Interpelasi Gubernur Anies Soal Banjir di Jakarta, Golkar: Mereka Hanya Cari Sensasi! 

Baca juga: Menyingkap Dunia Perselingkuhan Lewat Detektif Swasta: Jadi Agen Rahasia Bongkar Para Pelakor

Mengacu pada aturan tersebut, Syarif yakin, interpelasi kepada Anies soal penanganan banjir Jakarta akan gagal terlaksana.

"PSI tidak paham interpelasi, karena tidak paham latar dan substansi yang mau diinterpelasi. Maka ini jadi angan-angan politik semata," ujarnya.

"Bagaimana (fraksi lain) mau setuju, (PSI) harus paham dulu apa itu interpelasi," tambahnya menjelaskan.

Menurut Syarif, banjir yang menerjang Jakarta bukan serta merta salah dari Gubernur Anies Baswedan.

Sebab, ada banyak faktor yang memicu banjir di ibu kota, salah satunya ialah banjir kiriman dari kawasan hulu di daerah Bogor, Jawa Barat.

"Banjir itu ada banyak sebab, apa mau diinterpelasi juga kebijakan pemerintah Bogor, Depok, dan juga presiden/Menteri PUPR?," kata dia.

Politisi senior Gerindra ini lantas membela Anies dan mengklaim penanganan banjir di Jakarta sudah baik.

Terbukti dengan cepatnya surutnya banjir yang menggenangi pemukiman warga.

Baca juga: Jelang Isra Miraj 1442 H, Simak Sederet Doa & Amalan yang Bisa Dilakukan Pada Isra Miraj 27 Rajab

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved