Joni Allen Tuduh SBY Kudeta Anas Urbaningrum, Andi Arief Beberkan Bukti Telak: Sejarah itu Penting
Andi Arief buka suara mengenai tudingan Joni Allen yang menuduh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kudeta Anas Urbaningrum dari ketua umum.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM - Politikus Partai Demokrat Andi Arief buka suara mengenai tudingan Joni Allen yang menuduh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kudeta Anas Urbaningrum dari ketua umum.
Konflik ini berawal adanya rumor beberapa kader yang disebut melakukan kudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi ketua umum dan desakan Kongres Luar Biasa (KLB).
Desakan itu membuat sejumlah kader dipecat yang berujung pada serangan, termasuk terhadap sepak terjang SBY yang dinilai tidak pernah membesarkan partai pemenang pemilu 2009 itu.
TONTON JUGA:
Tak sampai disitu, konflik internal Partai Demokrat kini kian memanas.
Baca juga: Persiapan Nikahi Aurel Sudah 70 Persen, Atta Halilintar Tunda Akad Jika Ini Terjadi: Gak Gampang
Sosok SBY lantas dituding sebagai ‘dalang’ di balik kudeta terhadap Partai Demokrat di masa kepemimpinan Anas Urbaningrum.
"Saudara-saudaraku kader Partai Demokrat di seluruh Tanah Air. Siapakah orang yang pernah mengkudeta Partai Demokrat? Mari kita buka fakta sejarah."
FOLLOW JUGA:
"Pada saat Anas Urbaningrum terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat secara demokratis pada kongres kedua di Bandung tahun 2010, dalam perjalanannya Anas Urbaningrum tersandung masalah hukum namun belum status tersangka," kata Jhoni Allen dalam video yang beredar.
Jhoni Allen lantas menuturkan tudingannya terhadap SBY.
Baca juga: Beda Gaya Gibran & Jokowi Jadi Wali Kota Solo, Suami Selvi Punya 3 Kelebihan, Bakal Sesukses Ayah?
"SBY selaku ketua dewan pembina Partai Demokrat dan juga presiden Republik Indonesia mengambil kekuasaan ketua umum Anas Urbaningrum dengan cara membentuk presidium di mana ketuanya SBY, wakil ketua Anas Urbaningrum yang tidak memiliki fungsi lagi dalam menjalankan roda Partai Demokrat sebagai ketua umum. Inilah kudeta yang pernah terjadi di Partai Demokrat," papar Jhoni Allen.
Selain Jhoni, Marzuki Alie juga melakukan serangan yang sama.

Adanya serangan Marzuki Alie dan Jhoni Allen ini membuat Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief bereaksi.
Melalui laman resmi Twitternya pada Selasa (2/3), Andi menyebut, keduanya berbicara tak sesuai fakta sejarah.
“Sering diputar balik. Belajar dari itu semua, betapa pentingnya mendokumentasikan aktifitas sebagai data baik tertulis dan visual,” ucap Andi Arief melalui akun Twitter @Andiarief_ .