Polisi Periksa Tujuh Saksi Terkait Kasus Dugaan Asusila Oknum Lurah di Bekasi
Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah memeriksa tujuh orang saksi
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota memastikan, laporan dugaan kasus asusila oleh oknum lurah RJ di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, berlanjut.
Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah memeriksa tujuh orang saksi dalam kasus pencabulan ini.
"Betul masih kita tangani, saksi-saksi juga sudah diperiksa ada tujuh orang," kata Alfian saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (2/3/2021).
Dalam kasus ini, korban berinisial ER (25), pedagang warung di samping kantor oknum lurah
Korban membuat laporan pada Jumat 11 Desember 2020 bernomor, LP/2784/K/XII/2020/SPKT/ Resort Metro Bekasi Kota.
Baca juga: Bisa Buka Aura, Orang Suci dari Ancol Ini Berulangkali Bikin 2 Wanita Muda Sekretaris Pribadi Pasrah
Dugaan pencabulan berdasarkan surat laporan tersebut terjadi tiga bulan silam, tepatnya pada Selasa 8 Desember 2020.
Tujuh orang saksi lanjut Alfian, terdiri dari enam orang staf kelurahan dan satu orang saksi merupakan suami korban.
"Saksi yang berada di lokasi, ada staf kelurahan yang mengetahui korban masuk ke dalam ruangan mengantar minuman dan suami korban," terang dia.
TribunJakarta.com berusaha mengonfirmasi kasus ini kepada RJ.
Baca juga: Perampokan Bank Terekam CCTV, Pelaku Berbaju Loreng Todongkan Pistol ke Teller
Baca juga: Meninggal Dunia, Sekilas Profil Rina Gunawan, Pernah Main di Sinetron Si Doel Anak Sekolahan
Baca juga: Tolak Mandi Bareng, 2 Wanita Muda Sekretaris Pribadi Pasrah Lihat Bos Bawa Keris di Kantung Belakang
Korban Pilih Balik ke Kampung
TribunJakarta.com berusaha menelusuri keberadaan korban yang berdagang di sekitar kantor kelurahan oknum lurah di Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa (2/3/2021).
Korban diketahui berinisial ER (25), lokasi warung tempat ia berjualan berada persis di samping kantor kelurahan.
Baca juga: Bisa Buka Aura, Orang Suci dari Ancol Ini Berulangkali Bikin 2 Wanita Muda Sekretaris Pribadi Pasrah
Warung dengan bangunan semi permanen itu berdiri menyempil di pojok jalan.
Ukurannya tidak luas, seperti warung nasi dan minuman pada umumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/warung-yang-sempat-dijaga-korban-pencabulan-selasa-232021.jpg)