Antisipasi Virus Corona di DKI

DPRD Ngotot Minta Jatah Vaksin Buat Keluarga, Epidemiolog: Vaksin Bukan Buat Pribadi

Epidemiolog kritik keras terkait permintaan vaksinasi Covid-19 bagi keluarga anggota keluarga DPRD DKI

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi. Epidemiolog kritik keras terkait permintaan vaksinasi Covid-19 bagi keluarga anggota keluarga DPRD DKI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kritik keras dilontarkan epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko terkait permintaan vaksinasi Covid-19 bagi keluarga anggota keluarga DPRD DKI.

Pasalnya, vaksin Covid-19 yang diberikan gratis oleh pemerintah ini bukan semata-mata untuk kepentingan individu atau golongan tertentu.

"Ini (vaksin Covid-19) bukan buat pribadi," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/3/2021).

Terlebih, saat ini ketersediaan vaksin masih sangat terbatas, sehingga pendistribusian dilakukan berjenjang dengan skala prioritas yang telah ditentukan.

Anggota DPRD DKI memang masuk dalam prioritas pemberian vaksin di tahap kedua lantaran kerap berinteraksi dengan masyarakat.

Baca juga: Moeldoko Dulu Ditunjuk SBY Gantikan Adik Ipar, Sekarang Terpilih Ketum Demokrat Versi KLB Geser AHY

Sedangkan, keluarga 106 legislator Kebon Sirih tidak termasuk dalam skala prioritasnya.

"Jadi kalau anggota DPRD boleh, keluarganya tidak boleh. Harus sesuai pada roadmap," ujarnya.

"Karena anggota keluarganya enggak kontak terhadap publik. Kalau kontak ya itu anggota DPRD-nya," tambahnya menjelaskan.

Permintaan vaksinasi bagi keluarga legislator Kebon Sirih sampai saat ini masih tak digubris oleh Pemprov DKI.

Baca juga: Warung Makan Sop dan Sate Kambing di Tapos Dilalap Si Jago Merah, 1 Unit Motor Hangus Terbakar

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya tak akan menuruti permintaan DPRD yang memohon vaksinasi Covid-19 bagi keluarga mereka.

Pasalnya, ketersediaan vaksin Covid-19 saat ini masih sangat terbatas dan anggota keluarga para anggota dewan bukan bagian dari prioritas.

Baca juga: Proses Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua Kota Tangerang Hampir Tuntas

"Semuanya mengajukan boleh, namun demikian, vaksin ini terbatas. Tentu kita harus memprioritaskan orang-orang yang rentan," ucapnya, Jumat (5/3/2021).

Pada tahap kedua program vaksinasi ini, prioritas utama ditujukan untuk pedagang pasar, guru, lansia, TNI/Polri, hingga petugas layanan publik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved