Soto Cawang, Kuliner Legendaris yang Tersembunyi di Tengah Lahan Parkir
Berlokasi di Jalan Mayor Jendral Sutoyo, Soto Cawang cukup mudah ditemui karena berada dekat dengan gedung Makodam Jaya, atau RS UKI
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, CAWANG - Matahari cukup menyengat di sekitar Cawang, Jakarta Timur, siang hari ini.
Dengan keadaan perut kosong dan haus, saya memutuskan melipir mencari rumah makan yang enak untuk disinggahi.
Menurut penelusuran saya, ada sebuah rumah makan yang menawarkan Soto Betawi enak, namanya Soto Cawang.
Berlokasi di Jalan Mayor Jendral Sutoyo, tempat ini sebenarnya cukup mudah ditemui karena berada dekat dengan gedung Makodam Jaya, atau RS UKI, Cawang.
Kalau melintas di Jalan Mayor Jendral Sutoyo, warung makan ini memang tidak terlihat.
Baca juga: Jangan Sampai Dilanggar, Polisi Kasih 2 Syarat Laga Uji Coba Timnas U-23 Bisa Digelar
Sebab, adanya bersembunyi di dalam area parkir yang ada dekat RS UKI.
Sekilas hanya terlihat seperti lapangan gersang, dengan motor-motor dan mobil yang terparkir di sana saja.
Bahkan sesekali, bus-bus besar juga berhenti di sana.
Sejumlah tukang ojek, serta tukang parkir tampak berkumpul sambil menyerupit kopi di salah satu warung.
Baca juga: Harga Cabai Mahal, Omzet Pedagang Pasar Kramat Jati Anjlok 50 Persen
Namun siapa sangka, meski di tengah lahan parkir yang gersang ini, ternyata ada sebuah warung makan yang terkenal enak dan melegenda.
Cikal bakal Soto Cawang, bahkan sudah ada sejak tahun 1950an.
"Dahulu, kakek saya mulanya berjualan. Tahun 1950an itu masih dipikul. Tahun 1968, dari jembatan situ, masih kaki lima. Lalu punya niat untuk dagang di kios," kata Sutrisna atau yang akrap disapa Cepih, cucu dari H.Suhana pendiri rumah makan Soto Cawang, Jumat (5/3/2021).
Cepih bercerita, soto betawi ini awal mulanya adalah usaha sang kakek yang bernama Haji Suhana.
Baca juga: Kronologi Penangkapan Robby Abbas: Polisi Gagal Pancing Keluar hingga Terobos Kamar Hotel
Setelah beberapa tahun jualan dengan cara dipikul, akhirnya Haji Suhana ingin agar usahanya memiliki kios.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kulineran-di-cawang-bisa-datang-ke-soto-cawang.jpg)