Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Pengawasan Masuknya Mutasi Virus Corona di Bandara Soekarno-Hatta Menggunakan Cara Lama

PT Angkasa Pura II masih menggunakan cara lama dalam mendeteksi masuknya mutasi virus corona B.1.1.7 melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Situasi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta saat puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru 2021 yang dipadati penumpang di tengah pandemi Covid-19, Rabu (23/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Angkasa Pura II masih menggunakan cara lama dalam mendeteksi masuknya mutasi virus corona B.1.1.7 melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Seperti diketahui, baru-baru ini ditemukan mutasi virus corona dari Inggris telah masuk ke Indonesia dan 2 warganya terinfeksi.

Bandara Soekarno-Hatta, sebagai gerbang terbesar Indonesia kepada dunia pun tidak mempunyai jurus terbaru untuk menangkal masuknya mutasi virus corona.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi menjelaskan kalau pihaknya masih mengikuti aturan lama yang dibuat pemerintah untuk pencahan Covid-19.

"Apa yang kita terapkan di Bandara Soekarno-Hatta ini selama ini adalah sesuai dengan aturan-aturan yang sudah dibuat," kata Agus di Gedung 600, Sabtu (6/3/2021).

"Nah, sepanjang aturan-aturan itu kita lakukan dengan konsisten dengan baik, Insya Allah kasus seperti B.1.1.7 ini bisa dideteksi dengan baik," sambung dia.

Namun, ia memastikan aturan terbaru untuk penumpang internasional sebelum munculnya B.1.1.7 ini sudah cukup ketat.

Agus menjelaskan, untuk penumpang Internasional kini selain harus menunjukan hasil PCR negatif juga harus dikarantina di Wisma Pademangan.

"Itu yang membedakan, dulu pax internasional yang masuk ke Indonesia itu hanya menunjukkan hasil PCR negatif dari negara asal sesuai dengan waktu yang diatur ada yang 72 jam ada yang 48 jam, seperti itu dulu," jelas Agus.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi saat ditemui di Gedung 600 untuk memantau vaksinasi Covid-19 bagi pegawai PT Angkasa Pura II, Sabtu (6/3/2021). 
Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi saat ditemui di Gedung 600 untuk memantau vaksinasi Covid-19 bagi pegawai PT Angkasa Pura II, Sabtu (6/3/2021).  (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA)
Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved