Mengatasi Banjir di Jabodetabek, Wagub DKI Beri Usul Ini ke Jokowi

Ahmad Riza Patria menyebut, Pemprov DKI memberi usul sejumlah program untuk menahan aliran air masuk Jakarta.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di kantornya Balai Kota, Selasa (9/3/2021). Mengatasi Banjir di Jabodetabek, Wagub DKI Beri Usul Ini ke Jokowi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Guna menanggulangi banjir yang kerap terjadi saat musim hujan, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, pihaknya baru saja rapat dengan pemerintah pusat yang diwakilkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait penanganan banjir.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Riza Patria menyebut, Pemprov DKI memberi usul sejumlah program untuk menahan aliran air masuk Jakarta.

Sebab, banjir yang mengepung ibu kota kerap terjadi akibat air kiriman dari wilayah hulu di kawasan Bogor, Jawa Barat.

"Intinya pemerintah pusat dan daerah berkonsentrasi penuh melakukan berbagai program, termasuk pengendalian banjir," ucapnya, Selasa (9/3/2021).

"Kami juga sarankan kepada pemerintah pusat yang tidak kalah penting menghadang air di hulu," tambahnya menjelaskan.

Dalam penanganan banjir di Jakarta dan sekitarnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun dua waduk di daerah Ciawi dan Sukamahi.

Kedua waduk yang sudah direncanakan sejak 1990-an, namun baru dibangun pada 2017 lalu ini pun ditargetkan rampung akhir 2021 ini.

Baca juga: Usai Jadi Mualaf dan Dikhitan, Bos yang Cabuli Karyawatinya Dapat Hadiah Seperangkat Alat Salat

Baca juga: Kota Bekasi HUT ke-24, Sejarawan: Jangan Sampai Banjir Jadi Indentitas

Baca juga: Mafia Tanah Ancam Warga Kemayoran untuk Angkat Kaki, Perintahnya Datang dari Oknum Penasehat Hukum

Walau sudah membuang anggaran miliaran untuk membangun dua waduk tersebut, Ariza menilai hal itu masih belum cukup.

"Belum cukup, itu baru memberi kontribusi mengurangi banjir di DKI 11 persen," ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Politisi Gerindra ini pun mencontohkan banjir yang terjadi pada pertengahan Februari lalu.

Belum lagi banjir besar yang juga melanda wilayah penyangga ibu kota, seperti Tangerang dan Bekasi beberapa waktu lalu.

"Kejadian di Kali Krukut yang meluap karena curah hujan besar Depok, mudah-mudahan di Depok bisa dibikin waduk, kemudian di Tangerang juga," kata dia.

Dalam mengatasi masalah banjir, Ariza mengakui, Pemprov DKI tak bisa bekerja sendiri.

Untuk itu, ia berharap, pemerintah pusat bisa turun tangan mengatasi banjir yang kerap melanda Jakarta dan sekitarnya.

"Selain program normalisasi, perlu ada program khusus, yaitu menghadang (air) di hulu," tuturnya.

"Ini sudah disampaikan oleh pak Jokowi, sejak awal ketika menjadi gubernur, pak Jokowi menyampaikan banjir tidak cukup atau tidak hanya melebarkan sungai. Tapi yang lebih penting adalah mengendalikan, menghadang di hulu," tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved