Rasa yang Tak Pernah Pudar Oleh Waktu dari Semangkuk Soto Betawi Haji Ma'ruf

Rumah makan ini adalah satu dari beberapa rumah makan legendaris yang tak pernah tergerus oleh waktu.

Tayang:
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Makanan favorit di Soto Betawi Haji Ma'ruf. Ada Soto Betawi (kanan), hingga Laksa Betawi (kiri). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Potongan koran-koran tua, terpajang rapi di sudut sebuah rumah makan di Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Bernama rumah makan Soto Betawi Haji Ma'ruf. Rumah makan ini adalah satu dari beberapa rumah makan legendaris yang tak pernah tergerus oleh waktu.

Potongan koran-koran tua, serta potret-potret pejabat dan artis Tanah Air yang pernah mampir ke sini memperlihatkan betapa eksisnya rumah makan ini dari waktu ke waktu.

Rumah makan ini memang sudah dirintis oleh Haji Ma'ruf sejak tahun 1940-an.

Baca juga: Suster Ann Kembali Berlutut di Depan Militer, Petugas Ikut Berlutut, Kalian Harus Lewati Saya Dulu

Meski cikal bakalnya sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka, tapi sang cucu Haji Ma'ruf, Mufti Maulana mengatakan tak ada yang berbeda dengan resep Soto Betawi di sini.

Dari saat baru berdiri, sampai sekarang.

Rasa yang sama masih dipertahankan, ini yang membuat para pelanggan Soto Betawi Haji Ma'ruf selalu datang kembali.

Baca juga: Investor Penculik Direktur Perusahaan Supplier di Jaksel Tuduh Korban Gelapkan Aset Rp 30 Miliar

"Dari resep soto, gak pernah diubah. Banyak orang datang ke sini bilang 'ah soto gini aja laku, saya bisa bikin yang lebih enak' akhirnya di tambahin ini itu. Ya kalau misal orang terinspirasi dengan Soto Haji Ma'ruf banyak, tapi kalau cari yang otentik, ya ini. Dari jaman dulu tuh begini," kata Mufti pada TribunJakarta.com.

Soto Betawi di sini, merupakan soto betawi dengan kuah campuran santan dan susu. 

Baca juga: Kondisi Kesehatan Mark Sungkar Selama di Penjara, Kuasa Hukum: Beliau Mengeluh Sakit

Menurut Mufti, soto betawi yang dirintis oleh kakeknya ini, adalah pelopor soto betawi pertama dengan kuah campuran santan dan susu.

Meskipun kini pengelolaannya sudah dipegang oleh keluarga generasi Haji Ma'ruf, tapi Mufti mengatakan bahwa sang koki masih orang yang sama dengan Soto Betawi Haji Ma'ruf di era kakeknya dulu.

Hal ini yang menjamin bahwa setiap rasa dari semangkuk Soto Betawi Haji Ma'ruf tak berubah. Dari zaman dulu, sampai sekarang.

"Jadi yang masak itu, pas jamannya kakek dulu dia umurnya masih 16 tahun saat ikut sama kakek saya. Mungkin dia lebih banyak tau ceritanya. Sekarang dia mungkin sudah berusia 50 tahunan. Yang pasti dari orang yang masak, dari zaman dulu sampai sekarang, itu gak berubah," cerita Mufti.

Baca juga: Investor Penculik Direktur Perusahaan Supplier di Jaksel Tuduh Korban Gelapkan Aset Rp 30 Miliar

Saat ini, soto betawi milik Haji Ma'ruf sudah membuka beberapa cabang.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved