Sahabat Anas Singgung Kisah Berebut SK yang Lagi Populer, Surat Kemenkumham & Sang Kaesang

Sahabat Anas Urbaningrum, Gede Pasek Suardika menyinggung kisah SK yang sedang populer. Surat Kemenkumham dan Sang Kaesang.

Instagram @kaesangp
Kaesang Pangarep dan Jokowi. Sahabat Anas Urbaningrum sekaligus eks Politikus Demokrat Gede Pasek Suardika menyinggung kisah SK yang sedang populer. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sahabat Anas Urbaningrum sekaligus eks Politikus Demokrat Gede Pasek Suardika menyinggung kisah SK yang sedang populer.

Saat ini, konflik Partai Demokrat dan hubungan asamara Kaesang Pangarep sedang menjadi sorotan masyarakat.

Konflik Partai Demokrat masih memanas setelah KLB Deliserdang memutuskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Demokrat.

Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan loyalisnya pun mempertahankan Partai Demokrat dari cengkraman kubu Moeldoko.

Sementara, hubungan asmara putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep dengan Felicia Tissue jugan menjadi sorotan.

Pasalnya, ibunda Felicia Tissue memaki Kaesang Pangarep setelah hubungan putrinya dengan putra Presiden Jokowi dikabarkan kandas.

Dua peristiwa tersebut ikut menjadi perhatian Gede Pasek Suardika.

Sahabat Anas Urbaningrum itu menuliskan mengenai rebutan SK. SK tersebut ternyata bukan surat keputusan tetapi Surat Kemenkumham dan Sang Kaesang.

"Ada dua kisah berebut SK lagi populer. Yang satu rebutan SK Surat Kemenkumham dan yang satunya rebutan SK Sang Kaesang. Siapakah yang mendapatkannya...yang lama atau yang baru merebutnya..? #DahGituAja," tulis Gede Pasek.

Ia pun sempat menuliskan mengenai KLB Partai Demokrat.

"Lebih seru mana...? KLB atau Ghosting Cinta..?" kata Gede Pasek.

Selain itu, Gede Pasek Suardika juga berkomentar mengenai Gerald Piter Runtuthomas, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kotamobagu mengungkapkan, peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang hanya memperoleh uang Rp 5 juta.

Nominal tersebut jauh dari yang dijanjikan kepada Gerald, yaitu Rp 100 juta.

"Dari Kotamogabu ngakunya dapatnya 5 juta ha ha ha memang penyusup berarti. Untuk ongkos tiket PP saja nggak cukup. tapi kan dapat lebih banyak dari yg nyuruh nyusup dan buat kesaksian heboh," tulis Gede Pasek.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved