Mafia Tanah Marak di Jakarta, Wagub Ariza: Dibutuhkan Banyak, Tapi Ketersediaan Terbatas
Wakil Gubernur DKI Riza Patria mengakui mafia tanah marak di ibu kota. Pemprov DKI tak mau ambil risiko, proses pembebasan lahan berjalan lambat
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui mafia tanah marak di ibu kota.
"Memang di Jakarta ini banyak sekali masalah sengketa tanah dan mafia-mafia tanah," ucapnya, Selasa (9/3/2021) malam.
Politikus Gerindra ini menyebut mafia tanah hingga kini masih menjadi momok, tak hanya bagi masyarakat, tapi juga pemerintah.
Sebab, tanah kini menjadi aset yang paling diburu seiring makin bertambahnya jumlah penduduk Jakarta.
"Artinya supply ini tidak seimbang, dibutuhkan banyak, tapi tanahnya tidak bertambah," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta.
Bahkan, Ariza mengatakan, proyek normalisasi sungai Ciliwung kini mandek lantaran teradang mafia tanah.
Pemprov DKI pun tak mau ambil risiko, sehingga proses pembebasan lahan berjalan sangat lambat.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Gubernur Anies Beri Lampu Hijau Buka Tempat Karaoke
Baca juga: UPDATE Transfer Persija:1 Pemain Asing Baru Segera Gabung, Osvaldo Haay Bertahan, Evan Dimas Kembali
Baca juga: Deretan Fakta Seputar Vaksin AstraZaneca, Efek Samping Hingga Cara Kerja Vaksin Covid-19
"Kami sendiri terkait penanganan banjir, termasuk yang menjadi lambat terkait pembebasan lahan normalisasi karena terkait masalah sengketa lahan, masalah tanah, kepemilikan dan juga mafia-mafia tanah," kata dia.
Untuk itu, Ariza sangat mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang meminta pihak kepolisian untuk segera memberantas mafia tanah.
Ia pun berharap, masalah mafia tanah ini bisa segera diakhiri sehingga tak ada lagi masyarakat yang dirugikan.
"Kami sangat berterima kasih dan berharap ini bisa terus berjalan dengan cepat, dengan optimal karena memang di Jakarta ini banyak sekali masalah sengketa tanah lahan dan mafia-mafia tanah," tuturnya.
Preman Suruhan di Kemayoran Dibekuk Polisi
Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat telah mengamankan preman yang mengancam korban dengan kekerasan terkait tanah.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanudin, mengatakan para pelaku mengancam penghuni rumah di Jalan Bungur Besar Raya, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (25/3/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/arizaa.jpg)