RSUD Kota Bekasi Miliki Layanan Baru, Pusat Jantung, Vascular dan Otak

Rumah Sakit Umum (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi memiliki layanan baru berupa, pusat jantung, vascular dan otak.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Peresmian layanan baru RSUD Kota Bekasi berupa Pusat Jantung Vascular dan Otak, Rabu (10/3/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Rumah Sakit Umum, RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi memiliki layanan baru berupa, pusat jantung, vascular dan otak.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meresmikan langsung layanan baru tersebut, bertepatan dengan hari jadi Kota Bekasi ke-24, Rabu (10/3/2021)

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan, RSUD Kota Bekasi saat ini telah memiliki laboratorium kateterisasi yang berfungsi untuk fasilitas tindakan medis pasien penyakit jantung.

Baca juga: Diduga Terlibat Pelecehan Seksual, Lurah RJ Disebut DPRD Kota Bekasi Lakukan Tindakan Indisipliner

"Laboratorium kateterisasi ini berfungsi sebagai ruang tindakan intervensi jantung pada anak dan dewasa seperti intervensi non bedah pada penyakit jantung bawaan," kata Pepen.

Dia menjelaskan, kedepannya RSUD Chasbullah Abdulmadjid akan menjadi rumah sakit pusat rujukan regional untuk tatalaksana pada penyakit Jantung, Vaskular dan Otak.

"Laboratorium ini sudah dikembangkan sejak 2017 dan diharapkan dapat terus memnerikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bekasi Kusnanto Saidi mengatakan, layanan tindakan diagnosis dan intervensi di Instalasi Laboratorium Kateterisasi sudah lebih dari 2500 pasien.

"Jadi layanan laboratorium ini sudah kami kembangkan, bertepatan dengan hari jadi Kota Bekasi ke-24, kami resmikan dan diharapkan dapat terus berkembang," ucapnya.

Terdapat sejumlah layanan diagnosis dan intervensis yang sudah dilakukan diantaranya, penutupan kebocoran jantung bawaan pada atrial septal defect (ASD).

Baca juga: Dinkes Kota Bekasi Pastikan, Belum Ada Kasus Varian Baru Virus Corona B.1.1.7

Lalu ventricular septal defect (VSD), patent ductus arteriosus (PDA), serta penegakan diagnosis pada kasus penyakit jantung bawaan (PJB) lainnya.

"Begitu juga tindakan intervensi pemasangan ring pada kasus Penyakit Jantung Koroner (PJK), baik yang terjadi mendadak akibat serangan jantung koroner maupun yang kronis," ucap Kusnanto.

Tindakan intervensi pada Penyakit Vaskular juga telah dilakukan, seperti tindakan angioplasti dan trombektomi pada gangguan aliran darah di ekstremitas.

"Saat ini sedang dikembangkan juga tindakan diagnosis dan intervensi neurologi diantaranya tindakan Digital Subtration Angiografi (DSA) dan tindakan intervensi neurologi lainnya," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved