Breaking News:

Korban Kecelakaan Bus di Sumedang Sempat Video Call Keluarga, Sampaikan Permintaan Terakhir

Lewat panggilan video call, Resa mengabarkan dirinya tiba di Wado dan minta dijemput pukul 21.00 WIB.

Editor: Muhammad Zulfikar
KOMPAS.COM
Bus Maju Jaya yang terjun ke jurang di Desa dan Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang pada 1 Februari 2012 lalu. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Satu diantara korban meninggal dunia kecelakaan bus di Sumedang, Resa Siti Khoeriyah, sempat dilarang sang ibu untuk berangkat ziarah bersama rombongan SMP IT Al Muawwanah.

Bukan tanpa alasan, sang ibu, Yayat (50), melarang karena saat ini masih musim hujan.

Selain itu, sehari sebelum berangkat, Resa sempat mengeluh tangannya kaku.

"Gak usah ikut, Teh, sekarang musim hujan. Tapi, dia bilang harus ikut."

"Gimana lagi atuh karena sudah direncanakan dari awal, kata si Teteh," ujar Yayat menirukan Resa saat ditemui di rumah duka di Kampung Pasirlaja, Desa Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (11/3/2021), dikutip Tribunnews dari Tribun Jabar.

Lebih lanjut, Yayat mengatakan Resa sempat video call ayah sesaat sebelum kecelakaan terjadi.

Namun, kebetulan video call tersebut diangkat oleh Yayat.

Lewat panggilan video call, Resa mengabarkan dirinya tiba di Wado dan minta dijemput pukul 21.00 WIB.

"Dia ngasih kabar sudah sampai di Wado agar dijemput jam sembilan," ujar Yayat.

Tak lama kemudian, keluarga Resa mendapat kabar soal kecelakaan bus pariwisata Sri Padma Kencana di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved