Tanjakan Cae Sumedang Kerap Makan Korban Jiwa, Tragedi 41 Tahun Silam Libatkan Group Kesenian Calung

Tanjakan Cae di Sumedang sering memakan korban jiwa. Tahun 1980 kecelakaan libatkan grup kesenian. Terbaru, bus pembawa rombongan ziarah masuk jurang.

Dok. Warga/KOMPAS.com(KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH)
Bus peziarah asal Subang terjun ke jurang Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, Rabu malam. Tanjakan Cae, lokasi kecelakaan bus yang membawa rombobgan siswa SMP IT Al Muawwanah dikenal rawan kecelakaan dan sering memakan korban jiwa. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tanjakan Cae, lokasi kecelakaan bus yang membawa rombongan siswa SMP IT Al Muawwanah dikenal rawan kecelakaan dan sering memakan korban jiwa.

Tercatat, tragedi kecelakaan pada tahun 1980 atau 41 tahun lalu melibatkan group kesenian calung.

Terbaru, bus peziarah dan tur siswa SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang kecelakaan di Tanjakan Cae di Kecamatan Wado, Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) sekira pukul 18.30 WIB.

Bus tersebut masuk ke jurang sedalam lebih dari lima meter.

Tercatat, Pada tahun 1980 silam kecelakaan yang melibatkan group kesenian calung itu menelan korban jiwa.

Kemudian kecelakaan yang sama pada tahun 2012 saat bus Maju Jaya jurusan Tasikmalaya - Cikampek terperosok hingga menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 26 orang luka-luka.

Menurut saksi mata, bus menggelinding jatuh ke jurang dalam kondisi mesin mati.

Sopir bus Sofian alias Asep kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengakui bahwa lokasi kecelakaan bus masuk jurang yakni di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, memang rawan kecelakaan.

"Iya memang di sana sering terjadi kecelakaan, di sana memang harus hati-hati. Jalan ini jalan provinsi tapi kami tetap sediakan lampu PJU-nya, marka jalan, dan sebagainya. Ini jadi perhatian kami secepatnya," katanya.

Dalam kecelakaan maut rombongan ziarah dan tur siswa SMP IT Al Muawwanah sebanyak 27 orang meninggal dunia.

Diketahui, para peziarah tersebut dalam perjalanan pulang dari Pamijahan, Tasikmalaya.

Jika dilalui dari arah Tasikmalaya menuju Wado, maka jalannya menurun.

Dalam kondisi jalanan menurun ini, pengendara harus hati-hati.

Lokasi Ekstrem

Bus Maju Jaya yang terjun ke jurang di Desa dan Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang pada 1 Februari 2012 lalu.
Bus Maju Jaya yang terjun ke jurang di Desa dan Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang pada 1 Februari 2012 lalu. (KOMPAS.COM)

Kecelakaan maut terjadi di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) pukul 18.30 WIB.

Dikutip Tribunnews dari Kompas.com, sebanyak 27 orang meninggal akibat kecelakaan tersebut.

"Paling banyak usia anak remaja dan dewasa, ada juga tadi kami evakuasi balita," ungkap Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung, Supriono, Kamis (11/3/2021).

Tanjakan Cae yang menjadi lokasi kecelakaan bus tersebut memang dikenal ekstrem.

Hal ini disampaikan warga setempat, Waslim, yang mengaku paham kondisi Tanjakan Cae.

Mengutip Kompas.com, Waslim mengatakan kondisi Tanjakan Cae menanjak dan berkelok.

Apabila sopir tak tahu kondisi Tanjakan Cae, Waslim menyebut akan kesulitan mengendalikan kendaraannya.

"Kondisinya memang menanjak dan berkelok. Kalau sopir yang tahu medan di sini pasti sudah paham."

"Mungkin sopirnya ini tidak tahu medan, jadi sebelum masuk jurang tidak paham cara mengendalikan busnya," bebernya, Rabu.

Bangkai Bus pariwisata Sri Padma Kencana yang mengalami kecelakaan maut masuk jurang di Tanjakan Cae Sumedang, Rabu (10/3/2021).
Bangkai Bus pariwisata Sri Padma Kencana yang mengalami kecelakaan maut masuk jurang di Tanjakan Cae Sumedang, Rabu (10/3/2021). ((hilman kamaludin/tribun jabar))

Sedangkan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan Tanjakan Cae memang rawan kecelakaan.

Ia pun menegaskan, semua pengendara yang melintas di Tanjakan Cae harus berhati-hati.

Terkait kecelakaan maut yang terjadi pada Rabu malam, Dony berjanji akan secepatnya mengambil tindakan.

"Iya memang di sana sering terjadi kecelakaan, di sana memang harus hati-hati."

"Jalan ini jalan provinsi tapi kami tetap sediakan lampu PJU-nya, marka jalan, dan sebagainya. Ini jadi perhatian kami secepatnya," tutur dia, Rabu.

Lebih lanjut, Dony menerangkan bahwa sebelumnya terdapat longsoran di Tanjakan Cae.

Namun, TNI-Polri dan pihak kecamatan telah membersihkannya.

"Sebenarnya kemarin TNI-Polri dan pihak kecamatan sudah membersihkan ada longsoran, sudah kami atasi sejak kejadian sebelumnya."

"Tapi terjadi lagi (kecelakaan) di tempat itu lagi, memang harus ada penanganan dan tindakan di Tanjakan Cae ini," terangnya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Ahmad Dofiri, juga menyebut Tanjakan Cae bukanlah jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan besar.

Pasalnya, kata Dofiri, Tanjakan Cae cukup curam dan berkelok.

"Jalur alternatif ini juga cukup curam dan berkelok. Sebenarnya tidak boleh dilalui kendaraan besar, dan memang jalur ini biasanya tidak dilalui bus besar."

"Ini juga kan busnya tidak biasa, bus pariwisata yang tidak biasa lewat sini," kata Dofiri, Kamis, dilansir Kompas.com.

Dofiri pun mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan bus di Sumedang.

"Saat ini kami belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan."

"Tetapi yang pasti ini jalur alternatif yang seharusnya tidak dilalui bus besar. Selain itu, saat kejadian hujan," ujarnya.

Baca juga: Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Ungkap Dana Bansos Malah Buat Bayar Cicilan Kendaraan

Baca juga: Rata Dengan Tanah, Deretan Foto Kondisi Terkini Lokasi Kebakaran di Perbatasan Bekasi

Baca juga: Sempat Malu, Eha Putuskan Telanjang Demi Menyelamatkan Diri dari Kecelakaan Bus Maut di Sumedang

Daftar Korban Kecelakaan Bus di Sumedang

Dikutip dari Tribun Jabar, bus Sri Padma Kencana bernopol T 7591 TB yang mengalami kecelakaan di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) malam, mengangkut 66 penumpang.

Dari total tersebut, sebanyak 27 orang meninggal dunia, sementara 39 lainnya selamat.

Berikut daftar lengkap korban meninggal dunia kecelakaan bus di Sumedang:

1. Yudi Awan (Pengemudi): Cibeunying, Kaler, Kota Bandung;

2. Dede Lili (Kernet): Ds Citatah, Kec Cipatat, Kab Bandung Barat;

3. Lidia Nur Hidayanti: Ds Pakuhaji, Kec Cisalak, Kab Subang;

4. Syarif Munawar: Ds Cisalak, Kec Cisalak, Kab Subang;

5. Aan Sukaesih: Tanjungsiang, Kab Subang;

6. Jejen Juraejin: Tanjungsiang, Kab Subang;

7. Arifha Qurota Aini: Tanjungsiang, Kab Subang;

8. Hana Nur Azizah: Tanjungsiang, Kab Subang;

9. Dinda Hani: Kab Subang;

10. Gina Virginia: Cisalak, Kab Subang;

11. Dinda Khoerunisa: Ds Pakuhaji, Kec Cisalak, Kab Subang;

12. Windi Widia Ningsih: Ds Pakuhaji, Kec Cisalak, Kab Subang;

13. Resa Situ Khoerunisa: Ds Pakuhaji, Kec Cisalak, Kab Subang;

14. Tatang Hidayat: Ds Pakuhaji, Kec Cisalak, Kab Subang;

15. Saru Nurmala: Ds Pakuhaji, Kec Cisalak, Kab Subang;

16. Ade Ipah: Tanjungsiang, Kab Subang;

17. Rukman Nur Hakim: Ds Pakuhaji, Kec Cisalak, Kab Subang;

18. Cahyati: Ds Pakuhaji, Kec Cisalak, Kab Subang;

19. Gea: Tanjungsiang, Kab Subang;

20. Entin Supriatin: Ds Cisalak, Kec Cisalak, Kab Subang;

21. Oktaviani: Cisalak, Kab Subang;

22. Amot: Cisalak, Kab Subang;

23. Wardi alias Anwar: Tanjungsiang, Kab Subang;

24. Ugi Zaenal: Cisalak, Kab Subang;

25. Riki Faisal Mubarok: Cisalak, Kab Subang;

26. Aan Anwar Sadad: Mekarjaya, Sumedang Utara;

27. Entin: Ds Cisalak, Kec Cisalak, Kab Subang.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, Tribun Jabar, Kompas.com/Aam Aminullah)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tanjakan Cae, Lokasi Kecelakaan Bus di Sumedang: Dikenal Ekstrem, Rawan Kecelakaan, dan Curam, .

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Ngerinya Tanjakan Cae Sumedang yang Sudah Makan Korban Berkali-kali, Terbaru 27 Orang Tewas, 

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved