Sisi Lain Metropolitan
Terdampak Pandemi, Donatur Hentikan Sementara Kopi hingga Air Mineral Gratis Dalam Gang di Makasar
Imbas pandemi, minuman gratis di Gang Langgar RT 6 RW 3 Kelurahan Makasar, Jakarta Timur dihentikan sementara.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Imbas pandemi, minuman gratis di Gang Langgar RT 6 RW 3 Kelurahan Makasar, Jakarta Timur dihentikan sementara.
Pada Senin (4/11/2019) lalu, minuman gratis di lokasi tersebut resmi dibuka usai dana dari para donatur dibelikan show case, pemanas air, teh, kopi, gula dan sejumlah kardus air mineral.
Meski sempat sepi diawal peluncurannya, nyatanya minuman gratis yang dibagikan kian dikenal di masyarakat, terutama di kalangan pedagang keliling.
Disajikan secara sederhana, minuman gratis ini terbukti sangat membantu para pedagang untuk sekedar melepas dahaga.
Lokasi yang berdekatan dengan Musala At Taqwa kian menarik minat masyarakat untuk melepas dahaga.
Baca juga: Hati-hati! Berikut Jenis Minuman & Makanan yang Bisa Kurangi Gairah Seksual
Sayangnya, imbas pandemi yang melanda Indonesia membuat minuman gratis yang disediakan tak lagi bisa disuguhkan.
Akses menuju lokasi yang sempat di lockdown semakin menegaskan penutupan sementara minuman gratis ini.
"Ditutup dari awal April 2020 lalu imbas Covid-19. Kemudian akses masuk juga sempat di lockdown. Kemudian memang enggak dapat izin dari RT setempat juga," ujar Saep Nurdin (46), satu diantara pengurus minuman gratis, Kamis (11/3/2021).
Setelah lockdown dibuka, pihak RT setempat tetap tak mengizinkan hal tersebut.
Meski sejumlah pedagang mendatangi lokasi pembagian minuman gratis, Saep dan pengurus lainnya memberikan pemberitahuan kepada para pedagang.
"Masih ada yang nanyain, tapi kita jelaskan pelan-pelan. Alhamdulillah pada ngertiin juga," lanjutnya.
Meski begitu, ia mengatakan masih ada pengiriman minuman dari sejumlah donatur hingga bulan Juli 2020 lalu.
Akhirnya, ia memberikan surat pemberitahuan kepada donatur untuk memberhentikan pemberian minuman gratis untuk sementara waktu.
"Sedekah airnya belum dapat izin dari pihak musala dan lingkungan karena mengundang kerumunan. Pemberian air dari donatur juga sudah diberhentikan sementara dari bulan Agustus 2020 lalu," ucap Saep.
Alhasil, air dari donatur yang sudah terlanjur dikirim pun dibagikan kembali kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
Rencananya, bulan puasa tahun ini sumbangan akan kembali dibuka untuk persediaan sumbangan takjil ketika Ramadhan tiba.
Baca juga: Daftar 5 Resep Praktis Minuman Seru Berbahan Dasar Susu dan Yoghurt, Yuk Cobain!
"Bulan puasa? Kita belum rembukan lagi. Kemungkinan dibuka untuk sumbangan takjil. Karena kita ada remaja musala juga," jelasnya.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa wifi gratis masih bisa dinikmati warga sekitaran untuk anak-anak belajar selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Awal mula minuman gratis
Seperti diwartakan sebelumnya, pembagian minuman gratis berawal dari amanah lingkungan.
Jika minuman gratis biasanya disediakan di Masjid, kali ini minuman gratis hadir di dalam sebuah gang di Jakarta Timur.
Saep, sapaannya merupakan satu di antara petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Halim Perdanakusuma, sekaligus satu diantara pencetus ide minuman gratis.
Saep menuturkan, awalnya ia mendapatkan amanah dari lingkungan rumahnya, di Gang Langgar RT 6 RW 3, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur untuk membantu memajukan lingkungan.
Sambil mengamati lingkungan dan mengevaluasi, ia bersama Dedi, Budi, Yanto, Anton dan Widodo berhasil mencetuskan sebuah ide.
"Akhirnya kita dapat ide yag didasari setelah melihat banyak pedagang yang istirahat di PAUD Pelita Hati depan Musala At Taqwa. Di situ saya bersama tim melihat banyak yang kelelahan dan berpikir untuk menghadirkan makanan serta minuman grtais," sambungnya.
Selanjutnya, ia mengkaji kembali ide tersebut termasuk membahas biaya yang akan dikeluarkan.
"Karena mikir ini di dalam gang dan faktor kesibukan anggota tim, makanya kita urungkan niat yang makanan gratis. Akhirnya kita wujudkan yang minuman gratis lebih dulu," ungkapnya.
Baca juga: Waspada! 4 Makanan Ini Ternyata Bisa Memicu Stroke, Minuman Soda Termasuk
Tepat pada Senin (4/11/2019) lalu, minuman gratis resmi dibuka usai dana dari para donatur dibelikan show case, pemanas air, teh, kopi, gula dan sejumlah kardus air mineral.
Pada awal peluncurannya, minuman gratis ini sempat sepi. Lokasi yang berada di dalam gang membuat sebagian pedagang saja yang mampir dan justru lebih banyak dari warga sekitaran.

"Sebulan pertama itu cuma 20 cup aja. Belum banyak pedagang yang tahu. Tapi karena banyak mintat dari dhuafa dan anak kecil sekitar sini, kita ubah semuanya menjadi minuman gratis untuk semua kalangan," katanya.
Setelah itu, di bulan kedua hingga saat ini sekira 50 cup minuman panas serta satu kardus air mineral dingin selalu habis, sejak pukul 08.00-17.00 WIB.
"Alhamdulillah sekarang justru habis semua. Dari pagi saya buat saya taruh di sini habis semua dan sudah banyak pedagang yang mampir. Alhamdulillah sedekah jariyah tersampaikan," jelasnya.
Wadah
Melihat antusias para pedagang, dhuafa, yatim dan anak-anak sekitaran, akhirnya Saep dan timnya berpikir untuk membuat suatu wadah.
Wadah ini bertujuan untuk mengatur dana oprasional minuman gratis dan progrea ke depannya.
Akhirnya, tepat di Bulan Maret 2020 lalu, keenam orang Bapak Muda ini membentuk wadah bernama Halaqoh Center.
Baca juga: Asam Lambung Kambuh? Berikut Daftar Minuman Ampuh Redakan Asam Lambung
"Filosofinya enggak ada sih. Jadi nama itu dibentuk dengan anggota ya kita ber-6 juga. Intinya biar semuanya jauh lebih terarah aja," katanya.
Sebagai contoh, ia menuturkan untuk dana operasional minuman gratis tak pernah meminta donasi dari warga di lokasi.
Melainkan hasil gaji yang memang disedekahkan oleh anggota secara rutin tiap bulannya.
"Sejauh ini enggak pernag ada donatur tetap buat minuman gratis ini. Jadi dari tim aja. Alhamdulillahnya makin ke sini suka ada yang bantu. Tiba-tiba ada yang datang bawa sejumlah kardus air mineral atau bawa teh dan kopi," jelasnya.
Rencananya, di bulan berikutnya pihak Halaqoh Center akan menghadirkan juga makanan gratis untuk semua kalangan.
Sebab sejauh ini, makanan dan cemilan gratis baru dibagikan ketika hari Jumat, Sabtu dan Minggu saja.
"Saat ini kita sedang mendiskusikan untuk menghadirkan makanan gratis juga. Soalnya kan selama ini cuma bagi makanan di hari Jumat aja. Sementara Sabtu dan Minggunya cemilan. Jadi kalau bisa kita mau berikan fasilitas keduanya lengkap. Terutama untuk pedagang ya. Jadi mereka bisa istirahat, salat, makan dan minum gratis di sini juga," jelasnya.
Wifi gratis
Tak melulu soal makanan dan minuman, Saep menuturkan juga memikirkan nasib generasi selanjutnya.
Baca juga: 8 Minuman Ini Bantu Kurangi Naiknya Asam Lambung, Ada Juga Tips Atasi Asam Lambung
Ia yang miria melihat anak-anak di sekitar lokasi yang berburu wifi gratis akhirnya menyediakan fasilitas wifi juga di lokasi.
Internet sehat ini ditujukan agar ia bersama rekannya dapat mengontrol apa yang dilakukan oleh anak-anak.
"Jadi selama ini kan banyak anak kurang terkontrol ketika memainkan gedget itu. Sebab kan mereka banyak yang cari wifi gratis di mana aja. Akhirnya kita rangkul di sini juga," katanya.
"Ayuk tiap Sabtu dan Minggu anak-anak main ke sini. Karena kita perbolehkan di luar jam sekolah," ujarnya.