Warga Keluhkan Bansos Tunai Februari Telat, Politisi PAN: Katanya Cair Tiap Bulan

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Lukmanul Hakim mengaku menerima aduan dari masyarakat yang mengeluh soal penyaluran BST.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Warga RW 05 Kelurahan Kenari penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) berpose dengan menunjukkan uang yang diterimanya, di kawasan Kelurahan Kenari, Jakarta, Rabu (6/1/2021). Pemerintah menyalurkan BST untuk empat bulan kedepan sebesar Rp300 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diberikan langsung kepada warga melalui petugas PT Pos Indonesia dan bank-bank milik negara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Lukmanul Hakim mengaku menerima aduan dari masyarakat yang mengeluh soal penyaluran bantuan sosial tunai (BST).

Pasalnya, sampai saat ini banyak masyarakat mengaku belum menerima bansos tunai tahap kedua yang seharusnya disalurkan pada Februari 2021 lalu.

"Waktu reses banyak warga mengeluh tentang dana BST yang sampai sekarang belum cair," ucapnya, Jumat (12/3/2021).

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini pun mempertanyakan keseriusan Pemprov dalam memberikan bansos tunai.

Sebab, pemerintah sebelumnya berjanji bakal memberikan BST selama empat bulan berturut-turut.

"Katanya kan BST ini cair setiap bulan. Mulai Januari, Februari, Maret, hingga April 2021. Tapi ini sudah pekan kedua Maret kok yang tahap kedua belum cair juga," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Untuk itu, Bung Hakim, sapaan akrab Lukmanul mengatakan, pihaknya meminta Dinas Sosial DKI Jakarta segera mengevaluasi sistem penyaluran bansos tunai.

"Saya mohon dipercepat ini, diperjelas jadwalnya. Kasihan itu rakyat banyak yang ekonominya susah karena pandemi," kata dia.

"Pendataannya juga harus akurat, tepat sasaran untuk mereka yang benar-benar membutuhkan," tambahnya menjelaskan.

Baca juga: Kabar Baik! Pemprov DKI Jakarta Pastikan BST Cair Minggu Kedua Maret

Selain itu, ia pun mengimbau masyarakat yang menerima BST ini untuk dapat menggunakan dana tersebut secara bijak dan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya.

"Karena saya malah dengar ada yang memakai dana BST untuk bayar cicilan. Nah ini jadi pertanyaan juga, mungkin ada yang salah dengan pendataan penerima dan pengawasannya," tuturnya.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengatakan, mengatakan, penyaluran BST tahap kedua yang seharusnya diterima Februari lalu tertunda lantaran ada pemutakhiran data penerima manfaat.

Politisi Gerindra ini pun memastikan, BST bisa diterima keluarga penerima manfaat (KPM) pada minggu kedua Maret ini.

"Alhamdulillah (pemutakhiran data) sudah dilakukan. Hal tersebut dilakukan karena perubahan data yang disesuaikan kembali dengan kategori penerima BST," ucapnya, Rabu (10/3/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved