Kabar Baik! Pemprov DKI Jakarta Pastikan BST Cair Minggu Kedua Maret
Pemprov DKI Jakarta berjanji bakal segera menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) tahap kedua pada pertengahan Maret ini.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta berjanji bakal segera menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) tahap kedua pada pertengahan Maret ini.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, penyaluran BST tahap kedua yang seharusnya diterima Februari lalu tertunda lantaran ada pemutakhiran data penerima manfaat.
Politisi Gerindra ini pun memastikan, BST bisa diterima keluarga penerima manfaat (KPM) pada minggu kedua Maret ini.
"Alhamdulillah (pemutakhiran data) sudah dilakukan. Hal tersebut dilakukan karena perubahan data yang disesuaikan kembali dengan kategori penerima BST," ucapnya, Rabu (10/3/2021).

"Karena ada penerima manfaat yang meninggal dunia, pindah dari kota Jakarta, perubahan status perkawinan, dan telah memiliki penghasilan tetap," tambahnya menjelaskan.
Setelah melakukan pemutakhiran data, kini jumlah penerima manfaat BST sebanyak 1.805.216 KPM.
Jumlah ini meningkat dibandingkan jumlah penerima BST tahap pertama pada Januari lalu sebanyak 1.192.098 KPM.
Baca juga: 310 Anggota Polri di Kepulauan Seribu Terima Vaksinasi Covid-19 Sinovac
Baca juga: Kuasa Hukum Rizieq Shihab Tanggapi Pertemuan Amien Rais dan Jokowi: Nyalinya Masih Besar
Baca juga: Putarkan Video Pengakuan SBY Bukan Pendiri Demokrat, Kubu Moeldoko: Sekarang Tak Perlu Orang Bantah
"BST merupakan salah satu upaya perlindungan sosial dari pemerintah, baik dari pusat maupun dari daerah, melalui bantuan sosial yang dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa pandemi," ujarnya dalam diskusi virtual.
Dibandingkan bansos sembako yang dibagikan pada 2020 lalu, Ariza menyebut, ada tiga kelebihan BST dalam meningkatkan perekonomian warga.
Pertama, BST bisa menggerakan perekonomian masyarakat secara merata lantaran uang yang diterima bisa dibelanjakan di warung-warung dekat rumah si penerima manfaat.
"Ini menggerakkan ekonomi. Peredaran uang merata di seluruh wilayah," kata Ariza.
Kemudian, masyarakat bisa lebih leluasa memilih jenis sembako yang akan dibeli menggunakan BST sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
"Kalau dulu ditentukan sembakonya apa saja, sekarang tidak ditentukan. Terima uang, silakan pilih sembako yang dibutuhkan, yang penting jangan beli rokok dan miras," tuturnya.
Terakhir, masyarakat bisa menerima BST utuh dengan nominal Rp 300 ribu yang disalurkan melalui ATM Bank DKI.