Sakit Hati Dihina Hingga Ditunjuk Pakai Kaki, Kuli Bangunan Bunuh Majikannya, Pasutri di BSD Serpong

Aparat kepolisian mengungkap motif pembunuhan pasangan suami istri di Perumahan Giri Loka 2 BSD, Serpong,

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Rilis kasus pembunuhan di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Minggu (14/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Aparat kepolisian mengungkap motif pembunuhan pasangan suami istri di Perumahan Giri Loka 2 BSD, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), sekira pukul 22.30 WIB Jumat (12/3/2021) lalu.

korban adalah KEN (84) pria berkewarganegaraan Jerman, dan istrinya NS (53) warga negara Indonesia.

Sedangkan pelaku adalah Wahyu Apriansyah (22), pekerja atau kuli bangunan di rumah korban.

Baca juga: Terkuak Pembunuh WNA Jerman dan Istri di BSD Serpong, Kerja 14 Hari di Rumah Korban

KEN dan NS dibunuh dengan cara dibacok menggunakan kapak yang oleh Wahyu.

KEN menderita luka sabetan kapak di leher dan tewas di lokasi.

Sedangkan luka sabetan kapak lebih banyak diderita NS, dan dinyatakan meninggal di rumah sakit setelah sempat mendapat penanganan medis.

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin, mengatakan, motif Wahyu membunuh dua majikannya itu lantaran sering dihina menggunakan kata-kata yang tidak pantas.

Bahkan Wahyu juga pernah ditunjuk-tunjuk menggubakan kaki.

Rasa sakit hati karena perlakuan yang menghina itu, membuat Wahyu nekat membunuh majikannya.

Baca juga: Pembunuh WNA Jerman dan Istrinya di BSD Serpong Tertangkap, Pelaku Kuli Bangunan Rumah Korban

"Motif pelaku, pelaku sakit hati karena sering dikata-katai dengan kata-kata kotor dengan perbuatan-perbuatan yang menurut pelaku itu sangat menghina dirinya," ujar Iman saat rilis kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Minggu (14/3/2021).

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra, mengatakan, alasan KEN dan NS menghardik Wahyu karena kinerjanya yang tidak maksimal.

"Atas dasar menurut keterangan tersangka pekerjaannya kurang bagus, atas dasar itu kemudian sepanjang tersangka bekerja sering diperlakukan tidak baik dan dihina dengan kata-kata yang tidak sopan," kata Angga pasa kesempatan yang sama.

Wahyu ditangkap pada sekira pukul 15.00 WIB, Sabtu (13/3/2021).

Baca juga: Pria Gantung Diri di Taman Kota Tol Jagorawi, Tinggalkan Surat Wasiat Permintaan Maaf Untuk Istri

Wahyu dijerat pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan hingga terancam hukuman penjara seumur hidup.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved