Breaking News:

Kapolres Jaktim Tanggapi Viral Video Pelemparan Batu di KRL

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan menanggapi viral video pelemparan batu di commuter line dari arah Jakarta menuju Cikarang

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Ilustrasi. Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan menanggapi viral video pelemparan batu di commuter line dari arah Jakarta menuju Cikarang 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Viral video pelemparan batu di commuter line dari arah Jakarta menuju Cikarang, Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan angkat bicara.

Baru-baru ini viral video pelemparan yang dilakukan oleh oknum tak dikenal.

Pelemparan yang terjadi pada Rabu (17/3) malam ini terjadi di Commuter Line dari arah Jakarta menuju Cikarang.

Saat melintas di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur tepat selepas Stasiun Buaran, kaca kereta terlihat pecah imbas pelemparan batu.

Baca juga: Karena Sosok Ini, Chelsea Adalah Tim Liga Inggris yang Paling Sedikit Kebobolan

Baca juga: Mulai 20 Maret 2021, Tarif Tes GeNose di Stasiun Naik Jadi Rp 30 Ribu, Ini Penjelasan PT KAI

Adapun penumpang yang mengalami luka ringan di dalamnya dan sejumlah penumpang berteriak 'tisu ada ga? tisu ada gak?'.

Terkait hal tersebut, Erwin mengatakan belum menerima laporan dari pihak PT KAI maupun korban.

"Ya sejauh ini kami melihatnya di medsos ya. Tentu kami akan koordinasikan dengan pihak PT KAI. Untuk menindalkanjuti hal ini, tentunya ini akan kami cek kembali," katanya di Jakarta Timur, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Hotel Melati di Koja Jadi Tempat Favorit PSK Layani Pelanggan: Harga Murah, Sekali Main Rp300 Ribu

Meski begitu, jajaran Polres Jakarta Timur akan melakukan pengecekan dan penyelidikan terhadap aksi tersebut.

Sayangnya, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui motif pelemparan tersebut.

Baca juga: Catat, Ini Empat Brand Premium yang Menjawab Berbagai Kebutuhan untuk Ibu dan Anak

"Belum ada (laporan), baik dengan mungkin ada yang penumpang atau pihak kereta belum. Ya tentunya pengamanan dari rel atau daerah yang sekitar rel menjadi kewajiban untuk kita benahi, dalam arti banyak pagar-pagar yang sudah rusak dan sudah bolong jebol," ucapnya.

"Tentu menimbulkan kerawanan baik dari aksi-aksi pelemparan. Itu pun membahayakan bagi masyarakat yang mungkin akhirnya menggunakannya untuk menyebrang rel. Ketika ada kereta api akan terjadi tabrakan atau tertabrak oleh KA. Ini tentu menjadi evaluasi bersama," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved