Prostitusi Online di Hotel Alona
Kondom Berserakan Sekitar Hotel Alona Jadi Hal Lumrah, Anak-anak Pernah Kejatuhan: Ada yang Lempar
Pemandangan alat kontrasepsi atau kondom berserakan di sekitar Hotel milik artis Cynthiara Alona tak aneh lagi bagi warga sekitar.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Rr Dewi Kartika H
Sentanu mengaku sering menerima keluh kesah warga terkait aktivitas di dalam hotel tersebut.

Tak sedikit warga yang mengadu lantaran banyak wanita berpakaian seksi sering kali membawa pria ke dalam hotel tersebut.
"Warga resah dengan keberadaan hotel yang dijadikan tempat prostitusi itu mas," ujar Sentanu.
"Ya kembali lagi, kalau perizinan lingkungan, kalau benernya itu harus ada tanda tangan persetujuan dari tetangga kiri dan kanan,"
Baca juga: Sule Puji Kemampuan Unik yang Dimilikinya, Baim Wong Merendah: Gak Mau Ngaku, Tapi Bisikan Itu Ada
"Tapi dari yang dari pihak pemilik tidak pernah melakukan," tambah Sentanu.
Saat penggerebakan, Sentanu mengungkap ada belasan wanita yang terjaring Polda Metro Jaya.
"Iya memang ternyata ada penggerebekan asusila, dan itu setelah penangkapan jam 1 dini hari dibawa ke Polda Metro Jaya. Ya kira-kira ada 17-an orang (wanita)," ujar Sentanu.
Menurutnya, praktik prostitusi tersebut dilakukan melalui aplikasi MiChat yang memang sudah terkenal menjadi media sosial esek-esek di Indonesia.
"Jadi kan zaman sekarang itu kan ada aplikasi yang namanya MiChat, jadi di aplikasi itu mereka jualan online," terang Sentanu.
Baca juga: Krisdayanti Absen Siraman Sore Ini, Aurel Hermansyah Dapat Pesan Khusus dari Ashanty: Harus Bahagia
Sudah 3 bulan
Hotel Alona di kawasan Kreo, Larangan, Tangerang Kota ternyata sudah cukup lama dijadikan sebagai tempat prostitusi.
Hotel bintang dua itu adalah milik artis Cynthiara Alona, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
"(Praktik prostitusi di Hotel Alona) sudah tiga bulan menurut pengakuan tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (19/3/2021).
Namun, lanjut Yusri, penyidik masih mendalami keterangan Cynthiara Alona dan mencari bukti-bukti lainnya.
"Kami masih dalami karena jejak digital tidak bisa hilang," ujar dia.