Penemuan Potongan Kaki Manusia
Potongan Kaki Kanan Manusia di Dekat Masjid Sedang Diautopsi, Saksi Singgung Jari-jari dan Telapak
Potongan paket berisi kaki kanan manusia di dekat Masjid Jami An Nimah sedang diautopsi. Saksi mata singgung jari-jari dan telapak.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Temuan paket berisi kaki kanan manusia di dekat Masjid Jami An Nimah sudah polisi bawa ke RSUD Tangerang.
Saksi mata Soni Azharudin sudah sejak kemarin melihat paket terbungkus plastik hitam itu, namun ia mengabaikannya.
Barulah pada Jumat (19/3/2021) pagi saat beristirahat selesai joging pukul 07.00 WIB, Soni didatangi pengurus Masjid Jami An Nimah.
Masjid tersebut berada di Perumahan Japos Graha Lestari, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Pengurus masjid tadi meminta Soni untuk membuang paket terbungkus plastik hitam tersebut, karena mengeluarkan bau busuk.
Baca juga: Kesal Hanya Dilayani 30 Menit Padahal Sudah Minum Obat Kuat, Pria Ini Bunuh Teman Kencannya
Awalnya, ia menyangka isi plastik tersebut bangkai hewan.
Tapi, malah penasaran dan mencoba membukanya menggunakan tongkat kayu.

Lantaran ikatan plastik pembungkus terlalu kuat, Soni memutuskan mengambil pisau dari dalam Masjid Jami An Nimah.
Ia sempat membuka paket itu menggunakan kayu tapi plastiknya rapat karena dilakban.
Baca juga: Rajin Bikin Video Porno Sejak 2020, Pasangan Kekasih di Bogor Dapat Uang Belasan Juta dari Pornhub
Baca juga: Rizieq Shihab Ngotot Sidang Langsung hingga Bandingkan dengan Koruptor, Hakim Tegaskan Habib Berbeda
Baca juga: One Piece Chapter 1008 di Manga Plus, Hanya Buah Iblis Kozuki Momonosuke yang Bisa Hentikan Kaido
"Terus saya ngambil pisau ke masjid. Saya buka tuh pakai pisau," ucap Soni di lokasi kepada TribunJakarta.com.
Ia mendapati paket tersebut dibungkus lagi menggunakan plastik kuning.
"Plastik hitam, terus plastik kuning, dilakban kayak paket. Kan susah bukanya," kata Soni.
Baca juga: Hotel Cynthiara Alona Jadi Sarang Prostitusi, Ketua RT: Warga Resah, Tak Ada Persetujuan Tetangga
"Kalau lihatnya dari kemarin, pas bukanya tadi jam tujuh," katanya lagi.
Usut punya usut, paket berisi potongan kaki manusia itu sudah tiga hari tidak tersentuh.
