Prostitusi Online di Hotel Alona
Hotel Cynthiara Alona Jadi Sarang Prostitusi, Ketua RT: Warga Resah, Tak Ada Persetujuan Tetangga
Ketua RT tempat hotel milik artis Cynthiara Alona di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang buka suara soal sarang prostitusi.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, LARANGAN - Ketua RT tempat hotel milik artis Cynthiara Alona di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang buka suara soal sarang prostitusi.
Sebagaimana diketahui, hotel milik artis Cynthiara Alona yang berlokasi di Jalan Lestari, Kelurahan Kreo, Kota Tangerang dijadikan sarang prostitusi.
TONTON JUGA
Fakta tersebut terungkap setelah Polda Metro Jaya menggerebek hotel yang awalnya bernama Hotel Alona tersebut beberapa hari lalu.
Sebab, dari pantauan TribunJakarta.com di lokasi penggerebekan pada Jumat (19/3/2021) pagi tadi, hotel tersebut sudah berganti nama.

Ketua RT 04/01 Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Sentanu mengatakan, saat penggerebakan ada belasan wanita yang terjaring Polda Metro Jaya pada Selasa (16/3/2021).
"Iya memang ternyata ada penggerebekan asusila, dan itu setelah penangkapan jam 1 dini hari dibawa ke Polda Metro Jaya. Ya kira-kira ada 17-an orang (wanita)," ungkap Sentanu saat dihubungi, Jumat (19/3/2021).
Menurutnya, praktik prostitusi tersebut dilakukan melalui aplikasi MiChat yang memang sudah terkenal menjadi media sosial esek-esek di Indonesia.
Baca juga: Kronologi Penemuan Potongan Kaki di Perumahan Japos Tangsel: Terbungkus Plastik, Bau Menyengat
Baca juga: Kesal Hanya Dilayani 30 Menit Padahal Sudah Minum Obat Kuat, Pria Ini Bunuh Teman Kencannya
Baca juga: One Piece Chapter 1008 di Manga Plus, Hanya Buah Iblis Kozuki Momonosuke yang Bisa Hentikan Kaido
Namin, Sentanu tidak tahu persis sudah berapa lama artis Cynthiara Alona menjadikan hotel miliknya menjadi sarang bisnis lendir.
"Jadi kan zaman sekarang itu kan ada aplikasi yang namanya MiChat, jadi di aplikasi itu mereka jualan online," terang Sentanu.
Ia mengaku kalau warga sering resah dengan praktik prostitusi tersebut.
Tak sedikit, kata Sentanu, warga yang mengadu kepadanya lantaran banyak wanita berpakaian seksi sering kali membawa pria ke dalam hotel tersebut.
"Warga resah dengan keberadaan hotel yang dijadikan tempat prostitusi itu mas," ujar Sentanu.
"Ya kembali lagi, kalau perizinan lingkungan, kalau benernya itu harus ada tanda tangan persetujuan dari tetangga kiri dan kanan. Tapi dari yang dari pihak pemilik tidak pernah melakukan," tambah Sentanu.