Breaking News:

Loyalis Annas setelah SBY Jadi Ketum Demokrat: Yang Ngeprank Saya Presiden

Loyalis Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika mengungkapkan dirinya pernah kena prank oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Anas Urbaningrum (kanan) . Jhoni Allen menyebutkan kudeta Partai Demokrat dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada era Anas Urbaningrum. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Loyalis Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika pernah kena prank Susilo Bambang Yudhoyono.

Mantan Politikus Partai Demokrat itu mengaku masih tak percaya saat di-prank tersebut.

Gede Pasek Suardika pun setengah tertawa mengingat awal peristiwa yang menjadi penyebab prank dari Presiden ke-6 RI itu.

"Jadi kalau cerita ini antara senang dan nggak senang. Senangnya itu karena yang nge-prank saya itu seorang presiden. Nggak senangnya itu kok ada gitu lho orang yang seharusnya kita sudah bicara gentleman agreement, seorang politisi yang berbicara dalam konteks bangsa bernegara kok bisa menipu hal yang sangat substansial," kata Pasek saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Jumat (19/3/2021).

Pasek bercerita kejadian mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mundur tepat satu hari setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada 22 Februari 2013.

Sekjen Partai Hanura I Gede Pasek Suardika menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Jakarta, Minggu (26/1/2020).
Sekjen Partai Hanura I Gede Pasek Suardika menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Jakarta, Minggu (26/1/2020). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

I Gede Pasek saat itu mengajak Anas berdiskusi terkait nasib kawan-kawannya yang bersiap maju sebagai calon legislatif dalam pemilu yang akan datang. Sebab tahapan pemilu sudah mulai digelar.

"Suatu malam saya ke tempat mas Anas di Duren Sawit. Kita diskusilah ngomongin nasib teman-teman. 'Mas ini bagaimana? Teman-teman itu nunggu apakah pindah partai atau tetap seperti ini, siapa nanti penggantinya mas Anas'," tutur Pasek.

Sekjen Partai Hanura itu lantas melontarkan ide bagaimana jika Anas dan loyalisnya sepakat mendukung SBY mengisi posisi ketua umum yang ditinggalkan Anas.

Diharapkan hal tersebut membuat Partai Demokrat bersatu dan kawan-kawannya aman untuk mencalonkan diri dalam pemilu.

SBY saat itu diketahui menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved