Ngobrol Bareng Karyawan Mie Aceh, Anies Teringat Teman Kuliah: Jual Vespa demi Pulang Kampung
Anies Baswedan menyempatkan singgah ke kedai Mie Aceh Jaly-Jaly di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Anies Baswedan menyempatkan singgah ke kedai Mie Aceh Jaly-Jaly di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Ia memesan mie goreng Aceh spesial dan teh tarik.
Tak hanya bersantap bersama para ajudannya, Anies juga sempat berbincang dengan salah satu karyawan mie aceh, Hablillah (31).
Karena Hablillah merupakan perantau yang berasal dari Kabupaten Biereun, Aceh, Anies pun jadi teringat cerita temannya semasa kuliah di Yogyakarta.

Teman kuliahnya itu berasal dari Aceh.
Seusai menyantap mie aceh, Anies bercerita temannya itu jarang sekali pulang ke Aceh lantaran terkendala biaya transportasi yang mahal.
Temannya itu akhirnya menjual motor Vespa demi bisa pulang.
Baca juga: Miyagi Jepang Diguncang Gempa Magnitudo 7,2 Disertai Tsunami
Baca juga: Penerbangan Sipil di Bandara Halim Dihentikan, Proses Evakuasi Pesawat Trigana Air Terus Berjalan
Baca juga: Sederet Cara Hilangkan Kantung Mata Biar Tambah Percaya Diri, Pakai Kantung Teh Celup hingga Sendok
"Dia (Anies) cerita punya teman orang Aceh juga sewaktu kuliah di Jogja. Katanya buat biaya pulang kampung ke Aceh, temannya itu harus jual Vespa," ujar Hablillah mengingat cerita Anies saat malam-malam datang ke kedai Mie Aceh Jaly Jaly.
Hablillah mengatakan sudah sekitar lima tahun teman kuliah Anies tak pulang ke Aceh.
"Makanya ada sekitar lima tahun dia enggak pulang-pulang lagi ke Aceh," lanjutnya.
Mau cari istri orang mana?
Hablillah (31) tak mengira bahwa kedai mie aceh yang dijaganya itu kedatangan tamu istimewa saat malam hari.
Tamu spesial yang datang malam-malam itu ialah orang nomor satu se-DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan.
Ia bercerita malam itu sekitar pukul 20.30 WIB, beberapa ajudan Anies sudah lebih dulu datang dan duduk di dalam kedai. Namun, mereka belum memesan makanan.