Kerap Meresahkan, Warga Harap Puluhan Kafe di Kolong Jembatan Cilincing Disulap Jadi Pusat Kuliner

Ketua RW 08 Kelurahan Cilincing, Yayat menuturkan, keberadaan kafe-kafe di kolong jembatan tersebut sudah sekitar 20 tahun lamanya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kafe Stadium di kolong jembatan Cilincing, Jakarta Utara, lokasi keributan diduga antara anggota ormas dan oknum polisi, Senin (22/3/2021). 

Operasional puluhan kafe di kolong jembatan Cilincing yang menimbulkan keributan akhirnya dilaporkan ke polisi.

Menerima laporan, polisi langsung berkoordinasi dengan Satpol PP dan TNI guna menyegel kafe remang-remang yang menjual minuman keras dan menjajakan pekerja seks komersial (PSK).

"Langsung saya perintahkan Unit Reskrim dan Satpol PP untuk tutup kafe tersebut," kata Eko.

"Semua, jumlahnya 24 kafe. Sementara hanya kafenya saja yang ditutup, penindakan (terhadap pemilik kafe) kita belum lakukan," kata Eko.

Adapun penutupan terhadap 24 kafe remang-remang itu dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Namun, Eko menegaskan bahwa kafe-kafe tersebut harus tutup selama pandemi Covid-19 masih merebak.

"Selama pandemi saya minta tutup," tutup Eko.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved