Sisi Lain Metropolitan

Sang Maestro Pijat dari Cipete, Haji Naim Penyembuh Patah Tulang: Pakai Minyak Asli Cimande

Popularitasnya pun tak lekang dimakan waktu, banyak masyarakat memercayai sihir pijat keturunan Haji Naim yang dinilai ampuh menyembuhkan patah tulang

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Seorang pria (baju oren) menahan sakit saat kaki kanannya diurut di pengobatan alternatif Haji Naim pada Rabu (17/3/2021). 

Banyak pengunjung yang datang ke tempat itu dengan tertatih-tatih, kemudian pulang dengan kaki atau tangan diperban.

Baca juga: Dibawa ke Dukun Karena Hamil di Luar Nikah, Bocah di Kebumen Justru Alami Ini hingga Terus Melamun

Begitulah suasana sehari-hari di Balai Pengobatan Haji Naim di Jalan MPR III Dalam No. 24, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Sejak tahun 1960

Tak jauh dari balai pengobatan alternatif itu, terdapat rumah salah satu anak dari keturunan Haji Naim bernama Sanusi. 

Di teras rumahnya, ia bercerita bahwa ayahnya, Naim sempat berguru ke aliran pencak silat Cimande. Di sana, ia tak hanya belajar bela diri, melainkan juga mendalami pengobatan patah tulang.

"Ayah saya Haji Naim orang yang suka merantau dulunya (berguru). Ke Banten, ke Cirebon akhirnya ke Cimande. di Cimande belajar mendalami pengobatan patah tulang," katanya.

Begitu mahir memijat, Naim tak langsung membuka jasa pijat patah tulang. Awalnya, ia sering membantu orang sekitar dan tetangga yang mengalami patah tulang

Karena ahli dalam menyembuhkan patah tulang, namanya pun mulai santer terdengar. Naim kemudian mendirikan pengobatan ini pada tahun 1960.

Seorang wanita (kerudung abu-abu) menahan sakit saat kaki kirinya diurut di pengobatan alternatif Haji Naim pada Rabu (17/3/2021).
Seorang wanita (kerudung abu-abu) menahan sakit saat kaki kirinya diurut di pengobatan alternatif Haji Naim pada Rabu (17/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Dulu bantuin orang sakit, jadi dikata buka ya namanya orang butuh pertolongan, yaudah rumah kita diubah menjadi tempat praktik," ujar Sanusi.

Sanusi mengenang awalnya Naim menangani pasien di depan teras rumah mereka. 

Namun, jumlah pasien yang datang terus bertambah membuat Naim melebarkan tempat pengobatannya. Selain itu, ada juga yang butuh perawatan inap.

Akhirnya, rumahnya dijadikan balai pengobatan alternatif patah tulang dan rawat inap sampai sekarang.

"Dulu kadang kan kalau pasien yang harus rawat inap dibawa ke dalam rumah. 'Wah kalau begini enggak ngena nih'. Padahal ini khusus rumah, jadi kita bikin tempat penginapan pasien," tambahnya.

Minyak asli Cimande

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved