Breaking News:

Penggandaan Uang di Bekasi

Keluarga Istri Herman Gondrong Pilih Tutup Diri Soal Tindak Lanjut Dugaan Kasus Persetubuhan Anak

Keluarga Hermawan alias Herman Gondrong (45), pria yang viral dalam video praktik penggandaan uang di Bekasi memilih menutup diri.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Kediaman Herman alias Ustaz Gondrong di RT001 RW003, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin (22/3/2021). (Inset) Ustaz Gondrong sedang menghitung uang yang digandakannya. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Keluarga Hermawan alias Herman Gondrong (45), pria yang viral dalam video praktik penggandaan uang di Bekasi memilih menutup diri terkait kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Komisi Perlindungan Anak (KPAD) Kabupaten Bekasi mengaku, sudah berkoordinasi dengan Dinas Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan DP3A dan sudah berusaha mendatangi ke lokasi," kata Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi Wulan Mayasari saat dikonfirmasi, Rabu (24/3/2021).

Namun, niat baik DP3A dan KPAD Kabupaten Bekasi untuk membantu melakukan pendampingan rupanya tidak disambut dengan baik.

Istri siri Herman Gondrong yakni, HT (18) beserta orangtuanya memilih menutup diri. Mereka lanjut Wulan, enggan memberikan kesempatan untuk pihaknya turut membantu.

"Ketika datang ke lokasi ternyata mendapat kesulitan karena keluarga dan korban (istri siri Herman) tertutup," terangnya.

Wulan memastikan, KPAD dan DP3A Kabupaten Bekasi tetap membuka pintu jika keluarga korban, dalam hal ini istri Herman membutuhkan bantuan.

Baca juga: Cuma Pamer, Polisi Pastikan Tidak Ada Penggandaan Uang Kasus Video Viral Pria Gondrong di Bekasi

Terutama lanjut dia, bantuan pemenuhan hak-hak perempuan dan perlindungan anak. Sebab, fungsi KPAD dan DP3A memastikan kasus yang melibatkan perempuan dan anak tidak mengikis hak dasarnya.

"Tentunya kita sangat membutuhkan kerja sama dari keluarga (korban), tapi saat inikan tertutup mereka bilang belum mau menerima tamu," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved