Breaking News:

Imigrasi Tangerang Waspadai Sumbangan Asing Bermotif Infiltrasi Budaya dengan Ideologi Radikal

Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang mewaspadai kedatangan warga negara asing (WNA) yang mengaku membawa sumbangan dari negaranya

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang, Felucia Sengky, usai rapat koordinasi terkait Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dengan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, di Hotel Pranaya, Serpong Kamis (25/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang mewaspadai kedatangan warga negara asing (WNA) yang mengaku membawa sumbangan dari negaranya, namun memiliki motif tertentu. 

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang, Felucia Sengky usai rapat koordinasi terkait Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dengan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, di Hotel Pranaya, Serpong Kamis (25/3/2021).

"Membawa atau berkedok atau sumbangan dari negara asing atau apa. itu sebenarnya ad juga indikasinya ilfitrasi budaya asing ke warga negara kita," ujar Sengky.

Baca juga: Kepada Pimpinan Imigrasi, Wali Kota Airin Sebut WNA Terlibat Narkoba dan Bermasalah Izin Tinggal

Sengky mengatakan, pihaknya tidak hanya mengawasi para WNA dari sisi kedudukannya, namun dari berbagai segi termasuk ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan (ipoleksosbudhankam).

"Tidak hanya pengawasan kegiatan keberadaannya tapi juga kita mengawasi juga potensi-potensi ipoleksosbudhankam," ujarnya.

Sengky mengungkapkan, modus sumbangan asing bermotif penanaman ideologi tertentu yang membahayakan keamanan pernah terjadi di bilangan Ciputat pada tahun 2020.

Saat itu, si WNA pembawa sumbangan, membawa misi menyebarkan pengertian agama yang radikal.

Baca juga: Sudah Habiskan Puluhan Juta Rupiah, Pria Asal India Diamankan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

"Karena pernah di Ciputat pernah mendapatkan infomrasi ada warga negara asing yang menyebarkan agam Islam yang tidak seusai kita anut (ekstrim) sudah mulai arahnya radikal-radikal," kata Sengky.

Kasus tersebut pun sudah ditangani aparat kepolisian dan pelakunya dideportasi ke negara asal.

Berkaca pada kasus tersebut, Sengky mengajak semua pihak, termasuk dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) untuk bersinergi dalam mengawasi WNA, yang tergabung dalam tim pengawasan orang asing (Timpora).

Terlebih, Imigrasi Tangerang melingkupi wilayah yang sangat luas, yakni, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangsel (Tangerang Raya).

"Kembali lagi tadi keterbatasan kita, mungkin tidak penampungan bisa kita jangkau. Kembali seperti yang saya sampaikan di awal, justru itu penting rapat Timpora diadakan ya tidak lain, maksudnya agar semua infomasi bisa tindaklanjuti," pungkas Sengky.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved