Info Kesehatan

Minum Es Bisa Sebabkan Obesitas dan Berat Badan Berlebih? Ini Penjelasan Dokter

Mengingat, memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas dapat memancing berbagai penyakit. 

Tayang:
Editor: Kurniawati Hasjanah
freepik
Ilustrasi kegemukan atau obesitas pada anak 

TRIBUNJAKARTA.COM -- Setiap orang tentu menginginkan berat badan yang ideal dan tidak berlebihan.

Mengingat, memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas dapat memancing berbagai penyakit. 

Obesitas sendiri merupakan kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh sehingga dapat menimbulkan kerugian pada kesehatan tubuh.

Obesitas terjadi karena tidak ada keseimbangan asupan yang dikonsumsi dengan kebutuhan kalori.

"Adanya disfungsi angigonesis disebabkan timbunan lemak yang tidak normal sehingga menimbulkan berbagai penyakit yang tidak menular," ungkap dr. Dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K) pada acara temu media lewat virtual, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta Kamis, 25 Maret 2021: Elsa Panik, Kebusukannya Mulai Dibongkar Andin

Baca juga: Politisi PDIP Kritik Anies Baswedan Soal Sepeda Boleh Masuk Gerbong MRT, Dituding Tidak Pro Rakyat

Lanang mencontohkan hati pada manusia yang bekerja lebih keras karena ada timbunan lemak sehingga lama kelamaan dapat menimbulkan penyakit lever.

Begitu pula organ tubuh lainnya sehingga obesitas adalah penyakit yang harus dicegah dan diantisipasi.

Namun, selama pencegahan obesitas, banyak sekali informasi yang tersebar dari mulut ke mulut.

Terkadang informasi tersebut amat dipercaya tanpa diketahui kebenaran secara ilmiah.

Misalnya minum air es dapat menambah berat badan. Sebenarnya itu fakta atau mitos?

Menurut Lanang, jika air es yang dikonsumsi tidak mengandung zat gula, maka tidak akan berpengaruh pada massa tubuh.

Misalnya, minuman es tersebut dicampur oleh sirup, gula atau pemanis buatan.

Justru meminum air putih sangat dianjurkan karena dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

Baca juga: 2 Tahun Nikah, Maia Estianty Ungkap Sikapnya Berbanding Terbalik dengan Irwan Mussry, Ashanty Kaget

Baca juga: Kata Kiky Saputri Soal Artis yang Tolak Roasting, Akui Hubungan dengan Sule Baik: Kami Bakal Bertemu

Lalu bagaimana jika makan di malam hari? Apakah bisa mendorong terjadinya kegemukan? Hal ini ternyata juga memiliki pengaruh terhadap peningkatan berat badan

Bahkan Lanang menyarankan untuk tidak makan setelah jam 6 sore. Gunanya untuk memberi jeda pada proses pencernaan dengan jam tidur.

Saat tidur di malam hari, ada suatu proses penting yang terjadi.

Lanang mengungkapkan jika hormon keluar dari malam hari dan berfungsi meperbaiki sel-sel yang rusak.

Selain itu, tidur yang cukup pada anak dapat mengoptimalkan pertumbuhan.

"Kalau tidur berkualitas, maka pada paginya, kita akan bangun tanpa harus merasa terlalu lapar. Sehingga esok harinya kita tidak akan makan secara berlebihan," katanya lagi.

Jadwal makan yang teratur juga penting untuk diperhatikan. Makan tiga kali sehari dengan porsi yang seimbang menurut Lanang cukup untuk mengatasi godaan makan secara berlebihan.

Artikel ini tayang di Tribunnews.com -- Mitos atau Fakta, Makan Malam dan Minum Es Sebabkan Obesitas? Begini Penjelasan Dokter

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved