Breaking News:

Wacana ERP Kembali Digulirkan Pemprov DKI, Bagaimana Nasib Kebijakan Ganjil Genap? 

Wacana merealisasikan proyek jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) kembali digulirkan Pemprov DKI.

WARTAKOTA/Nur Ichsan
Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman - Wacana merealisasikan proyek jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) kembali digulirkan Pemprov DKI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wacana merealisasikan proyek jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) kembali digulirkan Pemprov DKI.

Jika ERP benar-benar diterapkan, lalu bagaimana kebijakan pembatasan kendaraan bermotor dengan mekanisme ganjil genap

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penerapan ERP bukan berarti menghilangkan kebijakan ganjil genap.

"Perlu saya sampaikan bahwa bukan berarti begitu ada ERP, kemudian ganjil genap di seluruh ruas jalan hilang," ucapnya dalam diskusi virtual yang dilihat Kamis (25/3/2021).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019). (TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci)

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, kebijakan ganjil genap diterapkan di 25 ruas jalan ibu kota.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun menyebut, pihaknya membuka peluang menerapkan kedua aturan tersebut.

"Bisa saja stagingnya (penerapan ganjil genap) akan tetap jalan," ujarnya.

Baca juga: Sempat Mangkrak, Pemprov DKI Jakarta Kembali Kaji Proyek ERP

Baca juga: Payudara Diremas Pengendara Motor, Wanita Pegawai Kafe Menangis Sendirian di Jalan: Korban Trauma

Baca juga: Temuan Potongan Kaki di Tangsel Masih Misterius, Polisi Belum Temukan Identitas: Pemeriksaan DNA

Jadi, ketika ERP diterapkan di sejumlah ruang jalan, beberapa ruas jalan lainnya bakal diberlakukan ganjil genap.

Tujuannya untuk membatasi mobilitas kendaraan pribadi dan mendorong masyarakat berpindah menggunakan moda transportasi umum, sehingga kemacetan bisa dikurangi.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved