Penangkapan Terduga Teroris

Terungkap, Peran 4 Terduga Teroris yang Ditangkap di Bekasi dan Condet: Ada 5 Bom Aktif Siap Ledak

Empat terduga teroris yang diamankan dalam penggerebekan di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur, memiliki peran masing-masing.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kapolda Metro Jaya Iren Polisi Fadil Imran di TKP pengeledahan rumah kontrakan terduga teroris di Serang Baru, Bekasi, Senin (29/3/2021) - Empat terduga teroris yang diamankan dalam penggerebekan di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur, memiliki peran masing-masing. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan empat terduga teroris yang diamankan dalam penggerebekan di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur, memiliki peran masing-masing.

Keempat terduga teroris yang berhasil diamankan berinisial ZA (37), BS (43), AJ (46), dan HH (56).

Fadil menjelaskan, terduga teroris ZA berperan membeli bahan baku peledak seperti aseton, HCL, termometer, dan aluminium powder.

"ZA memberitahukan kepada saudara BS cara pembuatan dan cara mencampurkan cairan-cairan yang telah disiapkan tersebut," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (29/3/2021).

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat merilis kasus penggerebekan terduga teroris, Senin (29/3/2021).
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat merilis kasus penggerebekan terduga teroris, Senin (29/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

BS sendiri memiliki peran mengetahui pembuatan bahan peledak dan menyampaikannya kepada AJ.

"Saudara AJ berperan membantu saudara ZA selama pembuatan bahan peledak," ujar Fadio.

AJ juga ikut bersama BS untuk mengikuti pertemuan dalam rangkap persiapan teror menggunakan bahan peledak.

Baca juga: Tak Cuma Pelecehan Seksual, Kepala BPPBJ DKI Blessmiyanda Diperiksa Inspektorat karena Selingkuh

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Sering Berselisih dengan Ibunya, Larang Lakukan Ritual Adat Ini

Baca juga: Akhir Masa Jabatan, Wali Kota Airin Sampaikan Terima Kasih ke Tenaga Medis: Saranghaeyo

Sementara itu, Fadil menyebut peran paling penting dimiliki terduga teroris HH.

Sebab, HH lah yang mengatur dan membiayai rencana teror ini.

"Dia yang merencanakan, mengatur taktis dan teknis bersama ZA. Hadir dalam beberapa pertemuan untuk mempersiapkan kegiatan amaliah ini. Membiayai dan mengirimkan video tentang teknis pembuatan kepad tiga tersangka lainnya," ungkap dia.

Dari penggerebekan di Bekasi dan Condet, polisi menemukan lima bom aktif yang siap diledakkan.

"Dari penggeledahan ditemukan li.a bom aktif yang sudah terkaait dalam bentuk kaleng dengan sumbu yang terbuat dari TATP. Ini adalah sebuah senyawa kimia yang mudah meledak dan tergolong sebagai high explosive yang sangat sensitif," tutur Fadil.

Polisi Temukan 5 Bom Aktif Siap Ledak

Empat orang terduga teroris diamankan dalam penggerebekan di wilayah Bekasi dan Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, keempat terduga teroris itu berinisial ZA, AA, AJ, dan DS.

Dalam penggerebekan tersebut, jelas Listyo, polisi menemukan lima bom aktif yang siap diledakkan. Bom itu berjenis bom sumbu.

"Ada 5 toples besar yang di dalamnya berisi aseton, H2O2, HCL, sulfur serta termometer yang bahan-bahan ini akan diolah menjadi bahan peledak," kata Listyo kepada wartawan.

"Jumlahnya kurang lebih 4 kilogram. Kemudian ditemukan bahan peledak yang sudah jadi jenis TATP dengan jumlah 1,5 kg," tambahnya. 

Baca juga: Kilang Minyak Pertamina di Balongan Terbakar, Ini Daftar Nama Korban: 15 Luka Ringan, 5 Luka Berat

Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri mengamankan sejumlah terduga teroris di dua lokasi berbeda.

Penggerebekan pertama dilakukan di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Peledakan bom di kediaman terduga teroris di Jalan Raya Condet RT 05 RW 03, Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021).
Peledakan bom di kediaman terduga teroris di Jalan Raya Condet RT 05 RW 03, Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Terduga teroris yang diamankan merupakan pemilik bahan baku diduga peledak yang hendak digunakan untuk merakit bom.

Baca juga: Gubernur Anies Copot Kepala BPPBJ DKI Blessmiyanda Karena Dugaan Tindakan Asusila

Baca juga: Simple dan Stylish, Ini Tas Selempang Berkualitas Tinggi dengan Harga Terjangkau

Baca juga: Rekonstruksi Penembakan di Kafe RM: Bicara Kasar saat Diminta Bayar, Bripka CS Caci Maki Pelayan

Di tempat berbeda, polisi juga melakukan penggerebekan di kawasan Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dua orang terduga teroris yang terdiri dari seorang laki-laki dan satu perempuan diamankan dari lokasi tersebut.

Atribut FPI Disita Dalam Penggerebekan Terduga Teroris di Bekasi dan Condet

Densus 88 Mabes Polri beserta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya turut menyita sejumlah atribut FPI saat penggerebekan terduga teroris di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021).

Beberapa atribut FPI yang disita antara lain jaket berwarna hijau, bendera, dan sejumlah buku.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran membenarkan bahwa penggerebekan teroris ini ada kaitannya dengan FPI.

"Iya termasuk itu (terkait dengan FPI)," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Pengamat Teroris Imbau Waspadai Aksi Lanjutan Jaringan Teroris JAD di Makassar

Menurut Fadil, polisi akan mendalami lagi jika ada keterlibatan FPI dalam rencana teror yang dilakukan empat tersangka.

"Jika ada keterkaitan, itu kan temuan awal. Nanti akan didalami oleh teman-teman Densus 88," ujar dia.

Sebelumnya, Fadil membeberkan peran empat terduga teroris yang diamankan dalam penggerebekan di Bekasi dan Condet.

Keempat terduga teroris yang berhasil diamankan berinisial ZA (37), BS (43), AJ (46), dan HH (56).

Fadil menjelaskan, terduga teroris ZA berperan membeli bahan baku peledak seperti aseton, HCL, termometer, dan aluminium powder.

"ZA memberitahukan kepada saudara BS cara pembuatan dan cara mencampurkan cairan-cairan yang telah disiapkan tersebut," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (29/3/2021).

BS sendiri memiliki peran mengetahui pembuatan bahan peledak dan menyampaikannya kepada AJ.

"Saudara AJ berperan membantu saudara ZA selama pembuatan bahan peledak," ujar Fadio.

AJ juga ikut bersama BS untuk mengikuti pertemuan dalam rangkap persiapan teror menggunakan bahan peledak.

Sementara itu, Fadil menyebut peran paling penting dimiliki terduga teroris HH. Sebab, HH lah yang mengatur dan membiayai rencana teror ini.

"Dia yang merencanakan, mengatur taktis dan teknis bersama ZA. Hadir dalam beberapa pertemuan untuk mempersiapkan kegiatan amaliah ini. Membiayai dan mengirimkan video tentang teknis pembuatan kepad tiga tersangka lainnya," ungkap dia.

Baca juga: 8 Ramuan Tradisional Berkhasiat Menghilangkan Selulit Secara Alami, Catat Bahan-bahannya!

Baca juga: Jika Terbukti Lecehkan Anak Buah, Kepala BPPBJ DKI Blessmiyanda Bakal Dipecat Gubernur Anies

Baca juga: Terduga Teroris di Bekasi Sehari-hari Bekerja Sebagai Montir Bengkel

Dari penggerebekan di Bekasi dan Condet, polisi menemukan lima bom aktif yang siap diledakkan.

"Dari penggeledahan ditemukan li.a bom aktif yang sudah terkaait dalam bentuk kaleng dengan sumbu yang terbuat dari TATP. Ini adalah sebuah senyawa kimia yamg mudah meledak dan tergolong sebagai high explosive yang sangat sensitif," tutur Fadil.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved