Rumah Mewah Dipreteli

Seisi Rumah Mewah Tak Berpenghuni Dipereteli, Pemilik Klaim Rugi Rp1 Miliar

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, mengatakan sang pemilik rumah menderita kerugian hingga Rp1 miliar. 

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, saat merilis perampokan di Taman Kedoya Baru, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (31/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Seisi rumah mewah tak berpenghuni di Jalan Taman Kedoya Baru, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, telah dirampok oleh enam orang.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, mengatakan sang pemilik rumah menderita kerugian hingga Rp1 miliar. 

"Kami konfirmasi kepada pemilik rumah, kerugian yang dikumpulkan mencapai Rp1 miliar lebih," kata Ady, saat konferensi pers, di lokasi, Rabu (31/3/2021).

"Ada beberapa alat yang digunakan kuli saat bongkar, ada perkakas palu, gergaji, linggis, dan kusen," lanjutnya. 

Baca juga: Pascaserangan Wanita Terduga Teroris di Mabes Polri, Polda Metro Jaya Perketat Kemananan

Baca juga: Buka Saat Pandemi Covid-19, Tempat Hiburan Malam Tangsel yang Nakal Akan Ditegur 3 Kali

Dua dari enam pelaku, pria berinisial A dan H ditetapkan tersangka lantaran menjadi dalang perampokan rumah kosong itu.

"Dari kejadian, A mengaku sekali beraksi. Uang yang berhasil mereka kumpulkan Rp19 juta," jelas Ady.

A dan H menjual hasil rampokannya ke daerah Indramayu, Jawa Barat.

Suasana seisi rumah mewah di Jalan Taman Kedoya Baru, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (31/3/2021).
Suasana seisi rumah mewah di Jalan Taman Kedoya Baru, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (31/3/2021). (TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

"Ini sedang kami kumpulkan semuanya, kami akan kejar pelaku penadah. Modus ini baru, unik sehingga kami berharap masyarakat bisa lebih waspada meninggalkan rumah kosong, agar bisa cek rutin," jelas Ady.

Awalnya, A menyasar rumah ini lantaran terdapat spanduk dengan keterangan dijual.

Hampir setiap hari A memantau rumah tersebut. Setelah dirasa sepi, dia masuk ke dalam dengan cara memanjat pagar rumah itu.

"Kronologinya, tersangka A kebetulan tinggal di Kebon Jeruk lalu melihat lingkungan di rumah ini, TKP ini terlihat tulisan spanduk dijual," kata Ady.

Ady mengatakan, A dan H langsung beraksi pada 20 Februari 2021.

Namun, yang beraksi pada hari berikutnya yakni empat pekerja suruhan A dan H.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved