Breaking News:

Ramadan 2021 Warga Tangsel Boleh Salat Tarawih di Masjid: Ceramah Maksimal 15 Menit

Untuk pertama kalinya umat muslim diharuskan beribadah di rumah, termasuk amaliah yang hanya ada saat Ramadan seperti tarawih.

Tribunnews/Jeprima
Umat Islam melakukan salat tarawih di rumahnya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (4/5/2020). Sebagian warga di Jakarta melaksanakan ibadah shalat tarawih di rumah masing-masing mengikuti imbauan pemerintah terkait Pandemi COVID-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Masih hangat di ingatan Ramadan 2020 lalu berlangsung di tengah pandemi Covid-19 yang tengah mengganas sampai-sampai pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Untuk pertama kalinya umat muslim diharuskan beribadah di rumah, termasuk amaliah yang hanya ada saat Ramadan seperti tarawih.

Masjid dan musala tutup karena khawatir akan menjadi klaster penularan Covid-19.

Baca juga: Salat Tarawih Berjemaah di Bekasi Boleh Dilaksanakan, MUI: Zona Merah Jangan Dulu

Setahun berlalu, pandemi Covid-19 belum juga usai.

Namun Pemerintah membuat kebijakan berbeda. Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan Surat Edaran nomor 03 tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan 2021 atau 1442 Hijriah. 

Masjid dan musala dapat menggelar salat tarawih dengan jumlah jemaah 50% dari kapasitas ruang.

Jemaah pun wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) termasuk mengenakan masker dan membawa alat ibadah masing-masing.

Kepala Kemenag Tangsel, Abdul Rojak menegaskan, setiap masjid dan musala membentuk Satgas Covid-19 masing-masing untuk memastikan penerapan prokes.

Baca juga: MUI Kota Bekasi Imbau Kegiatan Tarawih Berjemaah di Lingkup RW Dipecah Tidak di Satu Titik

"Sesuai Surat Edaran Kementerian Agama tarawih boleh. Asalkan tidak lebih dari 50 persen. Dibentuk panitia gugus tugas tingkat masjid, jemaah bawa sajadah sendiri, jaga jarak, lansia enggak boleh ke masjid."

"Ceramah agama enggak boleh lama, kultum hanya 15 menit. Nuzulul Qur'an dibolehkan, tapi enggak boleh lebih 50 persen," kata Rojak saat dikonfirmasi Selasa (6/4/2021).

Rojak mengatakan, alasan Kemenag membolehkan tarawih di luar rumah itu karena situasi pandemi Covid-19 mulai terkendali, tidak seperti tahun sebelumnya.

"Karena penyebaran covid sudah terkendali, menurun, tidak seperti tahun dulu. Jadi tetap kegiatan masyarakat hidup, ekonomi, pendidikan supaya move on," kata Rojak. (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved