Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Uji Coba Belajar Tatap Muka, SDN Rorotan 02 Pagi Bikin Marka Jaga Jarak Arahkan Murid Menuju Kelas

SDN Rorotan 02 Pagi membikin marka di halaman sekolah yang menandakan protokol kesehatan dalam uji coba pembelajaran tatap muka, Rabu (7/4/2021).

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Marka jaga jarak yang digambar di lapangan SDN Rorotan 02 Pagi dalam uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama, Rabu (7/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - SDN Rorotan 02 Pagi membikin marka di halaman sekolah yang menandakan protokol kesehatan dalam uji coba pembelajaran tatap muka, Rabu (7/4/2021).

Marka yang digambar di lapangan sekolah tersebut menjadi pengingat protokol physical distancing alias jaga jarak fisik bagi para murid.

Pantauan TribunJakarta.com, marka jaga jarak itu mulai terlihat setelah memasuki gerbang SDN Rorotan 02 Pagi.

Tulisan 'Cek Suhu' mengawali jalur yang mengarahkan para murid menuju tangga ke ruang kelas.

Setelahnya, terdapat marka bergambar jejak kaki yang menandakan di mana murid bisa berdiri ketika ada antrean menuju kelas.

Setiap gambar jejak kaki diberi jarak satu meter. Pada celah-celah tanpa marka jejak kaki, terdapat gambar rambu-rambu lalu lintas yang sekaligus dibuat untuk dipelajari para murid.

Sementara itu, pada jalur keluar murid dari ruang kelas menuju ke pintu gerbang sekolah, tergambar pula marka jejak kaki yang diberi jarak satu meter.

Berbeda dengan marka di jalur masuk, di jalur keluar, celah satu meter diberi tanda silang.

Staf Tata Usaha SDN Rorotan 02 Pagi, Julpidianto mengatakan, ketika anak-anak berjalan memasuki kelas mereka, guru yang mendampingi akan memberikan imbauan-imbauan terkait protokol kesehatan, terutama jaga jarak fisik.

Baca juga: Takut Viral, Kemenag Tangsel Tidak Akan Dibubarkan Salat Tarawih yang Langgar Protokol Kesehatan

Baca juga: Takut Membawa Virus ke Rumah, Banyak Orangtua Tidak Beri Izin Anaknya Masuk Sekolah 

Baca juga: Dari 670 Siswa SMKN 2 Jakarta hanya 45 yang Disetujui Orangtua untuk Pembelajaran Tatap Muka 

"Anak berjalan mengikuti jalur yang sudah ada markanya, kita imbau tidak boleh memegang tangga, menjaga jarak antar temannya 1,5 meter," kata Julpidianto.

Kemudian, sesampainya di ruang kelas, setiap murid langsung diarahkan duduk di bangku mereka masing-masing.

Dalam uji coba pembelajaran tatap muka ini, SDN Rorotan 02 Pagi membatasi ruang kelas maksimal 16 murid.

"Di kelas pun mereka duduk, tertib, mereka tidak bisa bercengkrama pindah-pindah tempat duduk tidak diperkenankan. Mereka pun hanya boleh menoleh," ucap Julpidianto.

Adapun jadwal yang ditetapkan dalam uji coba ini adalah, murid masuk pukul 7.00 WIB dan pulang pukul 10.40 WIB.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved