Breaking News:

Takut Viral, Kemenag Tangsel Tidak Akan Dibubarkan Salat Tarawih yang Langgar Protokol Kesehatan

Kementerian Agama (Kemenag) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan tidak akan ada pembubaran salat tarawih selama Ramadan 2021 atau 1442 Hijriah.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kepala Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, di Masjid Al-I'tishom, dekat Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Jumat (2/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Kementerian Agama (Kemenag) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan tidak akan ada pembubaran salat tarawih selama Ramadan 2021 atau 1442 Hijriah.

Hal itu dikemukakan langsung oleh Kepala Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, saat dihubungi TribunJakarta.com, Rabu (7/4/2021).

Rojak mengatakan, setiap masjid yang menyelenggarakan salat tarawih wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Yang paling utama adalah terkait jaga jarak dan batas minimal jumlah jemaah yakni 50% dari kapasitas masjid.

Satgas Covid-19 dari Pemkot Tangsel dan Kemenag Tangsel akan mengawasi jalannya tarawih di 675 masjid.

Jika terjadi pelanggaran prokes, Satgas Covid-19 hanya akan menegur dan memperingatkan.

Rojak mengatakan ibadah tidak boleh dibubarkan, terlebih ada kekhawatiran jika viral dan mendapat pandangan negatif masyarakat.

Baca juga: Hari Pertama Sekolah Tatap Muka, Orangtua Murid Diminta Buat Surat Pernyataan Bermeterai

Baca juga: Orangtua Tak Khawatir Saat Anaknya Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Siswa SD Dilarang Bawa Bekal untuk Cegah Covid-19

"Nanti dilaporkan ya setelah itu akan ditindaklanjuti dalam bentuk teguran atau bentuk peringatan, ya sebatas itu saja belum sampai ke tindakan yang pembubaran ya enggak lah. Itu kan sifatnya ibadah enggak bisa kita bubarin gitu saja nanti malah viral," ujar Rojak.

"Jadi sifatnya hanya edukasi, peringatan," tambahnya.

Kemenag sendiri akan menerjunkan seluruh anggotanya termasuk para pegawai di Kantor Urusan Agama (KUA) seperti penghulu dan penyuluh agama untuk menjadi Satgas Covid-19 di masjid.

"Kita kan punya organisasi sampai ke tingkat kelurahan, ada penyuluh Agama Islam, ada penghulu, Kepala KUA, jadi bisalah," kata Rojak.

Seperti diketahui, Kemenag sudah menerbitkan Surat Edaran nomor 3 tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan 2021 yang membolehkan tarawih di masjid.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved