Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Takut Membawa Virus ke Rumah, Banyak Orangtua Tidak Beri Izin Anaknya Masuk Sekolah 

Meira, wali kelas 6A mengatakan, mayoritas siswa yang tak diizinkan ke sekolah lantaran mereka tinggal dengan kakek-neneknya di rumah.

Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciracas 07 saat menggelar pembelajaran tatap muka pertama saat Pandemi Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bims Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Kepala Sekolah SDN 07 pagi Umi Sumirah mengakui, masih banyak orangtua yang tak mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka.

Dari 289 siswa kelas 4 hingga 6 SD, ada 62 murid yang tak diizinkan orangtuanya masuk sekolah.

"Yang tidak mengizinkan anaknya ke sekolah juga banyak. Kami tidak bisa memaksa," ucapnya, Rabu (7/4/2021).

Dari puluhan siswa tersebut, mayoritas merupakan murid kelas 6 SD.

Bahkan, kelas 6A hanya ada 6 murid yang diizinkan ke sekolah, sementara 26 lainnya tak diperbolehkan orangtuanya.

Meira, wali kelas 6A mengatakan, mayoritas siswa yang tak diizinkan ke sekolah lantaran mereka tinggal dengan kakek-neneknya di rumah.

Para orang tua pun khawatir, anaknya pulang membawa virus dan menulari kakek-nenek mereka yang sudah lansia.

"Mereka takut anaknya jadi pembawa carrier virus. Dari luar masuk ke rumah terus menulari," ujarnya.

"Apalagi banyak kakek neneknya yang sering bolak balik rumah sakit, punya komorbid," tambahnya menjelaskan.

Baca juga: Takut Viral, Kemenag Tangsel Tidak Akan Dibubarkan Salat Tarawih yang Langgar Protokol Kesehatan

Baca juga: Orangtua Tak Khawatir Saat Anaknya Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Baca juga: Hari Pertama Sekolah Tatap Muka, Orangtua Murid Diminta Buat Surat Pernyataan Bermeterai

Terlebih, mayoritas dari mereka juga tinggal di lingkungan padat penduduk yang rumahnya berdempetan satu dengan yang lainnya.

"Itu kebanyakan siswa kelas saya, mohon maaf rumahnya berdekatan. Ada yang satu rumah beberapa keluarga," kata dia.

Untuk diketahui, uji coba pembelajaran tatap muka ini dilakukan di 85 sekolah yang tersebar di lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Puluhan sekolah itu terdiri dari sekolah negeri dan swasta, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

Uji coba diterapkan selama empat pekan, mulai 7 April hingga 39 April 2021 mendatang.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved