Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Jaminan Kesehatan Belum Jadi Prioritas, Stuntman Film Laga: Kadang Cuma Dikasih Uang Urut

Hendra, panggilannya, mengatakan beberapa rumah produksi biasanya tak menyertai jaminan kesehatan bagi para pekerja stuntman

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Jaminan kesehatan bagi para pemeran pengganti atau stuntman di industri film belum sepenuhnya menjadi prioritas.

Padahal, stuntman dalam setiap aksinya tampil mati-matian demi keberhasilan sebuah film laga. Mereka bahkan sampai bertaruh nyawa, berjibaku menantang bahaya.

Hal itu diutarakan langsung oleh salah satu senior stuntman di Indonesia, Cep Hendra Suprawijaya (35).

Hendra, panggilannya, mengatakan beberapa rumah produksi biasanya tak menyertai jaminan kesehatan bagi para pekerja stuntman dalam sebuah pembuatan film.

"Dukanya itu kalau cedera tapi dari pihak kantor atau PH (Production House) enggak mau tanggung jawab untuk pengobatan. Kadang cuma dikasih uang urut doang," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (9/4/2021).

Baca juga: Kisah Hendra, Stuntman Bernyali Besar: Berlaga dari Sinetron Laga hingga Film di Belanda

Selain itu, profesi stuntman termasuk pekerjaan yang dijauhi oleh agen asuransi.

Soalnya, profesi ini bukannya menjauhi bahaya malah menantangnya.

Hendra sedang memeriksa peralatan untuk adegan berbahaya di ruang inventaris Komunitas Piranha Stunt Indonesia di kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Kamis (8/4/2021).
Hendra sedang memeriksa peralatan untuk adegan berbahaya di ruang inventaris Komunitas Piranha Stunt Indonesia di kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Kamis (8/4/2021). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

"Asuransi pasti akan menolak kalau tahu background kita stuntman yang riskan. Agen asuransi kan juga mikir jadinya," lanjutnya.

Ia mengakui ada rumah produksi yang peduli dengan kondisi keselamatan stunmant dengan membuat perjanjian di awal kerja.

Baca juga: Agen Rahasia Jane Pernah Dibayar Paling Rendah Rp 2 Juta Per Misinya, Paling Besar Sampai Dua Digit

Baca juga: Layaknya Pemain Sepak Bola Dunia, Pedagang Kerupuk Pun Punya Aturan Transfer saat Pindah Pabrik

Baca juga: Pilu Gadis Indonesia Diborgol Hingga Jari Tangan Digigit Ibu Mertua Sejak Hari Pertama Tiba di China

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved