Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Sejumlah Orangtua Murid SMKN 66 Masih Ada yang Khawatir dengan Pembelajaran Tatap Muka

Tak memaksa, pihak sekolah menerima hal tersebut dan tetap memberikan pelajaran yang sama untuk para siswa meskipun via daring.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana uji coba belajar tatap muka di SMKN 66 Jakarta untuk kelas 10, Jumat (9/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Kepala Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 66 Jakarta, Astuti akui masih ada orangtua murid yang tak memberi izin anaknya ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

Uji coba belajar tatap muka telah digelar mulai Rabu (7/4/2021) dan akan dilakukan hingga Kamis (29/4/2021) mendatang.

Sekiranya ada 85 sekolah di DKI Jakarta yang menggelar uji coba belajar tatap muka, termasuk SMKN 66 Jakarta yang terletak di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Usai kelas 11 yang melakukan tatapan muka, kini giliran para siswa di kelas 10 yang menjalani belajar tatap muka.

Baca juga: Kisah Mahasiswa Bakal Wakili Indonesia di Ajang Internasional, Inovasi Aplikasi di Bidang Kecantikan

Baca juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2021 Telah Dibuka, Ini Cara Buat Akun SSCASN di dikdin.bkn.go.id

"Di hari kedua ini kelas 10 dan dibagi dalam 6 kelas dengan kapasitas 50%. Jadi absen 1-18 yang saat ini hadir di kelas," kata Astuti di lokasi, Jumat (9/4).

Meski begitu, Astuti mengatakan ada beberapa siswa yang tidak hadir lantaran tak mendapatkan persetujuan dari orangtuanya.

Tak memaksa, pihak sekolah menerima hal tersebut dan tetap memberikan pelajaran yang sama untuk para siswa meskipun via daring.

"Masih (ada yang khawatir dan mengizinkan), tapi jumlahnya sedikit lah. Hari ini aja sekitar 4, 5 oranglah yang belum diizinkan. Tapi kan mereka di rumah tetap dapat pelajaran," jelasnya.

"Kalau pihak sekolah itu kita harus mengapresiasi juga. Kekhawatiran orang tua selain itu kan memang dasarnya yang penting itu kesehatan, karena pembelajaran itu harus bisa kita sikapi dengan bijak," tandasnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved