Breaking News:

Tak Mau Berdebat Soal Tugu Sepeda Seharga Rp 800 Juta, Wagub DKI: Silakan Tanya ke Konsultan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun mengaku tak mau berdebat soal anggaran Rp800 juta yang telah dianggarkan

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Istimewa/Dok Dishub DKI
Desain rancangan tugu sepeda seharga Rp800 juta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pembangunan tugu atau prasasti sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat menuai polemik.

Terlebih, biaya pembuatan tugu itu disebut-sebut mencapai Rp800 juta.

Banyak kalangan yang kemudian mempertanyakan penggunaan anggaran sebanyak itu yang hanya dimanfaatkan untuk membuat tugu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun mengaku tak mau berdebat soal anggaran Rp800 juta yang telah digelontor untuk membuat tugu tersebut.

Menurutnya, penggunaan dana sebesar itu telah melalui kajian mendalam.

"Semua tentang biayanya sudah dikaji diteliti oleh konsultan. Tentu semua mengenai harga ada standar yang memenuhi syarat tertentu," ucapnya, Sabtu (10/4/2021).

"Jadi nanti silakan ditanya ke konsultan, kenapa biayanya Rp800 juta," tambahnya menjelaskan.

Dibandingkan menggelontorkan uang ratusan juta untuk membuat tugu, Pemprov DKI pun disarankan untuk mengalokasikan anggaran tersebut ke pos-pos krusial yang manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat.

Terkait hal ini, politisi Gerindra ini berkilah, semua program yang bakal dijalankan Pemprov DKI tahun sudah mempunyai pos anggaran masing-masing.

"Semua kan ada aplikasinya, pendidikan, sosial, kesehatan olahraga, agama, semua dialokasikan. Tentu aplikasinya sangat proporsional," ujarnya.

Politisi Gerindra ini pun tak mau ambil pusing dengan kritikan yang mengarah ke Pemprov DKI.

Terlebih, biaya pembuatan tugu sepeda ditanggung pihak swasta dan Pemprov DKI tak menggelontorkan dana sepeserpun.

"Kita memperhatikan sumber pendanaan dari mana, dari pihak ketiga, bukan dari APBD, partisipasi dari swasta dan kita alokasikan sesuai dengan peruntukannya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved