Breaking News:

Harga Ayam Kampung di Pasar Koja Baru Tembus Rp 160 Ribu Per Ekor Jelang Ramadan

Kenaikan harga bahan pokok terjadi di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, pada Minggu (11/4/2021) terjadi jelang bulan suci Ramadan.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Suasana lapak penjual ayam di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, Minggu (11/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Kenaikan harga bahan pokok terjadi di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, pada Minggu (11/4/2021).

Memasuki bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, kenaikan yang paling signifikan terjadi pada daging ayam kampung.

Pemantau harga pangan di Pasar Koja Baru, Yitno mengatakan, hari ini harga ayam kampung jago tembus Rp 160.000 per ekor.

"Kenaikan harga terutama di ayam kampung ya, ayam kampung sudah Rp 160.000 per ekor," ucap Yitno saat dikonfirmasi, Minggu (11/4/2021).

Kenaikan harga tersebut cukup signifikan. Sebab, harga ayam kampung sebelumnya hanya berada di angka Rp 110.000 per ekornya.

Di sisi lain, harga ayam negeri terpantau stabil di angka Rp 45.000 per ekor.

Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Utara melakukan monitoring Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tahap kedua di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2020).
Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Utara melakukan monitoring Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tahap kedua di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2020). (Dok Sudin Kominfotik Jakarta Utara)

Yitno juga menjelaskan bahwa harga daging sapi terpantau naik.

"Kenaikannya yakni berkisar di angka Rp 135.000 untuk daging paha belakang dan Rp 140.000 untuk daging has dalam. Biasanya kisaran Rp 110.000 sampai Rp 120.000," ucap Yitno.

Yitno menambahkan, bahan pokok seperti ayam dan daging sapi biasanya memang rutin naik menjelang bulan puasa.

Baca juga: Disingkirkan Persib Bandung, Persebaya Dapat 3 Hasil Positif Usai Berlaga di Piala Menpora

Baca juga: Penampakan Rumah Lia Eden Usai Dikabarkan Meninggal Dunia, Sepi Tak Ada Aktivitas

Baca juga: HASIL Piala Menpora: Persib Gasak Persebaya, Maung Bandung Lolos ke Semifinal, Rekor Baru Tercipta

Biasanya, kata Yitno, hal tersebut terjadi karena stok ayam maupun daging yang berkurang sementara permintaan tinggi.

"Alasannya sih permintaan lagi tinggi, sementara stok daging gak ada penambahan," ucap dia.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved