Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Alasan Eks Kapolres Jakput Tak Bubarkan Kerumunan Simpatisan Rizieq Shihab di Petamburan

Kombes Pol Heru Novianto menjelaskan alasannya tidak membubarkan kerumunan warga di Petamburan

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Foto situasi Maulid Nabi dan Pernikahan Putri Habib Rizieq di Petamburan, Sabtu (14/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Eks Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto menjelaskan alasannya tidak membubarkan kerumunan warga di Jalan KS Tubun, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 14 November 2020.

Saat dihadirkan sebagai saksi dari pihak JPU dalam sidang dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab, Heru mengatakan tidak membubarkan karena alasan keselamatan warga.

Kerumunan warga tersebut diperkirakan berjumlah 5.000 orang.

"Saya tidak langsung membubarkan demi keselamatan warga. Apabila saya lakukan pembubaran pada malam itu akan terjadi kerusuhan, akan sangat rawan sekali," kata Heru saat memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021).

Pertimbangan tersebut diambil setelah arus lalu lintas di Jalan KS Tubun lokasi kegiatan ditutup pada sore hari kejadian oleh massa dan mempertimbangkan psikologis massa.

Pun saat kejadian dia mengaku tidak pernah mengeluarkan izin dua kegiatan yang menimbulkan kerumunan warga hingga ribuan orang itu digelar karena situasi pandemi Covid-19.

Sebagai Kapolres yang merupakan bagian dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jakarta Pusat dia menuturkan sudah mengimbau kegiatan agar berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan.

"Pada saat itu kami sudah mencoba untuk menanggulangi dan mengimbau agar bagaimana yang hadir tidak sebanyak undang yang ada di medsos," ujar Heru di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengadili perkara.

Kerumunan warga yang dibiarkan tersebut akhirnya diduga jadi alasan Heru dicopot sebagai Kapolrestro Jakarta Pusat sehingga kini menjabat Analis Kebijakan Madya Korps Brimob Polri.

Serupa dengan Bayu Meghantara yang saat kejadian menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat, keduanya kini dihadirkan sebagai saksi memberi keterangan terkait kerumunan warga di Petamburan.

Baca juga: Menjelang Ramadan, Harga Daging hingga Telur Naik di Kabupaten Tangerang

Baca juga: Eks Kapolres Jakarta Pusat Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Sebut Pria Berbaju Putih Tutup Jalan

Baca juga: Gelar Rukyatul Hilal, Jakarta Islamic Centre Perkirakan Ramadan Jatuh Selasa 13 April 2021 Besok

Dalam perkara kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat ini Rizieq Shihab didakwa menghasut simpatisannya datang sehingga menimbulkan kerumunan warga dan melanggar protokol kesehatan.

Dakwaan JPU tersebut serupa untuk Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Alias Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi yang jadi terdakwa dalam kasus sama dengan perkara nomor 222.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved