Breaking News:

Ramadan 2021

Pemkot Depok Larang Masyarakat Gelar Buka Puasa Bersama

Pemerintah Kota Depok melarang kegiatan berbuka puasa bersama pada bulan Ramadan 1442 H tahun ini

ISTIMEWA/TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi - Pemkot Depok Larang Masyarakat Gelar Buka Puasa Bersama 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Pemerintah Kota Depok melarang kegiatan berbuka puasa bersama pada bulan Ramadan 1442 H tahun ini. Keputusan tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 akibat perkumpulan orang dalam jumlah banyak.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, pelarangan ini menyesuaikan dengan kondisi dan karakteristik Covid-19 di Kota Depok.

“Sesuai dengan surat edaran Wali Kota yang sudah disampaikan di publik sebetulnya tidak banyak berbeda dengan ketentuan yang sudah dikeluarkan dengan Menteri Agama dalam surat edaran,” kata Dadang saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/4/2021).

“Tapi memang ada berapa poin yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik daerah terutama Kota Depok jadi ada beberapa hal yang jadi pertimbangan dalam ketentuan buka puasa bersama,” timpalnya lagi.

Dadang menuturkan, kegiatan buka puasa bersama, dimana berkumpulnya orang dalam jumlah banyak dan tidak mengenakan masker berpotensi tinggi penularan Covid-19.

“Sudah barang tentu ketika buka puasa bersama jumlah orang yang cukup banyak makan minum dengan membuka masker dan lain-lain,” tuturnya.

Baca juga: Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerkosaan Wanita Tunarungu oleh Oknum Hansip di Bekasi Terus Berjalan

Baca juga: Petugas Temukan Daging yang Dicampur Pengawet di Pasar Anyar Tangerang

Baca juga: Miras Oplosan Akibatkan Dua Orang di Kabupaten Tangerang Tewas, Polisi Tangkap Penjual

“Serta pengawasan tidak dilakukan secara ketat. Maka tidak menutup kemungkinan kalau ada yang terpapar atau OTG itu menularkan ke lain. Maka itu diambil kebijakan buka puasa bersama ditiadakan,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Dadang menegaskan bahwa kebijakan larangan buka puasa bersama ini tidak bertentangan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang mengizinkan buka puasa bersama.

“Bukan bertentangan tapi kalau Surat Edaran Menteri Agama itu memayungi untuk seluruh Indonesia. Tentunya setiap daerah jumlah kasus beragam, ada yang rendah, sementara kita, Jabodetabek itu fluktuatif. Maka untuk buka puasa bersama itu ditiadakan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved